INDOPOSCO.ID – Kontingen Indonesia terus menambah pundi-pundi medali di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberhasilan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih medali emas mengukuhkan koleksi Merah Putih menjadi 3 emas, 7 perak, dan 20 perunggu, disusul tambahan perak dari ganda campuran serta cabang olahraga surfing melalui aksi Fajar.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, menyambut hangat capaian luar biasa ini. Meski demikian, ia dengan tegas mengingatkan seluruh kontingen bahwa perjuangan membela panji bangsa di panggung olahraga terbesar se-Asia ini masih belum berakhir.
”Alhamdulillah hari ini kita bertambah satu emas. Running posisi medali kita saat ini sudah 3 emas, 7 perak, dan 20 perunggu, total sudah sekitar 30 medali. Namun, ini belum selesai. Kami dari Tim CdM bersama Kemenpora akan terus menjaga performa para atlet yang masih bertanding,” ujar Todotua di Nagoya, Rabu (30/9/2026).
Mengingat gelaran Asian Games masih akan berlangsung hingga 3 Oktober sebelum upacara penutupan pada 4 Oktober, Tim CdM terus bergerak cepat memantau kesiapan fisik dan mental para atlet di setiap arena pertandingan.
Todotua menegaskan bahwa koordinasi intensif bersama jajaran pengurus cabang olahraga dan official menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh dukungan nonteknis berjalan optimal hingga hari terakhir.
”Kita akan intens melakukan monitoring semua jadwal pertandingan dan berkoordinasi dengan para cabor dan ofisial. Harapannya, dalam setiap momen pertandingan mereka bisa memberikan yang terbaik buat Merah Putih, sehingga medali bisa diraih lebih banyak lagi, khususnya emas,” tegasnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat memberikan apresiasi tinggi atas kejutan manis tim bulu tangkis Indonesia yang berhasil melampaui target awal dari Kemenpora.
”Terima kasih untuk anak-anak bulu tangkis. Memang tadinya target Kemenpora di awal satu emas, tapi alhamdulillah sekarang tambah satu lagi medali emas dan satu perak dari mixed double. Ini pencapaian di luar target yang sangat bagus dan jadi awal langkah baik,” ungkap Taufik.
Legenda bulu tangkis dunia itu tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan langsung detik-detik kemenangan Leo/Daniel. Menurutnya, perjalanan Daniel terbilang dramatis karena sempat tidak masuk skuad utama akibat baru selesai menjalani operasi.
”Karena saya anak bulu tangkis, emosionalnya terasa sekali karena kita seperti gambling. Daniel sendiri kan baru selesai operasi. Siapa yang tidak senang sampai menangis, itu wajar saja. Ini membuktikan bahwa proses regenerasi bulu tangkis kita terus berjalan dan ada penerusnya,” tutur Taufik dengan mata berkaca-kaca.
Mengakhiri keterangannya, Taufik berharap momentum emas di Nagoya dapat melecut semangat cabang olahraga lain yang masih bertanding, sekaligus menjadi modal berharga menuju ajang bereputasi dunia seperti SEA Games hingga Olimpiade 2028. (srv)















