INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Nanga Badau menggelar Operasi Patroli Bersama Berantas Rantai Narkoba (Patma Berani) 2026. Langkah strategis ini dilakukan guna memperketat pengawasan perbatasan darat RI-Malaysia di wilayah Kalimantan Barat serta menekan angka peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP).
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Kepala Kantor Bea Cukai Nanga Badau, Henry I. Sinuraya, pada Rabu (23/09). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran TNI, Polri, Imigrasi, Karantina, Satgas Pamtas TNI RI-Malaysia Yonarmed-13/Nanggala, dan aparat pemerintah daerah setempat.
Dalam sambutannya, Henry menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam menekan peredaran narkotika di wilayah perbatasan. “Perbatasan adalah garda terdepan yang rawan disusupi peredaran gelap narkotika, sehingga kekuatan kita tidak akan optimal jika bergerak sendiri-sendiri. Kolaborasi antara Bea Cukai, TNI, Polri, aparat penegak hukum lain serta peran tokoh masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredarannya,” ujar Henry.
Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Nanga Badau, Yunan Ahmadi, menjelaskan bahwa operasi ini mengusung tema “Bersinergi, Beraksi, Berantas Narkotika”. Rangkaian operasinya mencakup patroli rutin di titik masuk (entry point), patroli gabungan bersama aparat penegak hukum, hingga dukungan intelijen dan operasi penindakan bersama.
Yunan menambahkan, Patma Berani merupakan agenda tahunan Bea Cukai untuk mendukung program Asta Cita Presiden, khususnya terkait penguatan transformasi hukum, birokrasi, serta pemberantasan korupsi dan narkoba.
Ia juga mengungkapkan sejumlah jenis NPP yang marak beredar di perbatasan darat, seperti sabu, ekstasi/MDMA, cairan vape berbahan etomidate (POD Getar), dan happy water. Modus penyelundupannya terus berkembang, mulai dari penyamaran dalam kargo, pemberitahuan palsu, hingga body strapping dan swallowing (menelan narkotika ke dalam tubuh).
“Semoga operasi ini berjalan maksimal dan mampu mengamankan Indonesia dari masuknya barang-barang terlarang,” pungkasnya. (ipo)















