INDOPOSCO.ID – Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) perdana Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) akan dimulai Senin (10/8/2026). Menjelang momentum tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan penguatan kepada para kepala sekolah dan Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) SNT.
“Mereka dipersiapkan agar mampu membangun lingkungan sekaligus budaya belajar SNT sejak hari pertama,” ujar Mu’ti dalam keterangan, Minggu (9/8/2026).
Mu’ti menegaskan, kepala sekolah dan TPP memiliki peran penting dalam menentukan langkah awal penyelenggaraan SNT. Mereka tidak hanya dituntut memastikan proses pembelajaran berjalan baik, tetapi juga menciptakan suasana sekolah yang aman, menyenangkan, dan mampu mendorong murid mengembangkan potensinya.
“Saudara-saudara adalah bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia. Mari kita wujudkan mimpi Indonesia Hebat melalui prestasi anak-anak bangsa. Jalankan tugas ini dengan penuh dedikasi, sukacita, dan semangat untuk terus belajar,” ujar Mu’ti.
Dia menilai keberhasilan SNT sangat bergantung pada kualitas kepala sekolah dan pendidik yang menjalankan proses pendidikan. Karena itu, guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi harus terus meningkatkan kapasitas diri agar dapat menjadi pembimbing sekaligus sumber inspirasi bagi murid.
“Guru harus terus belajar. Kita mengajar agar murid belajar, dan pada saat yang sama mengajar juga merupakan proses untuk kita terus belajar. Jangan pernah berhenti meningkatkan kapasitas diri,” tegasnya.
Mu’ti juga mendorong kepala sekolah dan TPP memanfaatkan ruang inovasi dalam mengembangkan SNT. Sebagai satuan pendidikan yang baru mulai tumbuh, SNT diharapkan mampu mengadopsi berbagai praktik pembelajaran terbaik dari sekolah-sekolah berkinerja baik, baik di dalam maupun luar negeri.
Namun, lanjut Mu’ti, praktik baik tersebut tidak berarti harus diterapkan secara mentah. Kepala sekolah dan pendidik tetap diberikan ruang untuk melakukan inovasi sesuai kebutuhan murid serta karakter masing-masing sekolah.
“Penguatan menjelang MPLS ini menjadi kesempatan untuk memastikan pengalaman pertama murid di SNT berlangsung positif,” ungkapnya.
“Kepala sekolah dan TPP diharapkan mampu mengenalkan lingkungan sekolah, membangun interaksi sehat antarwarga sekolah, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah,” imbuhnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdas dan PNF) Gogot Suharwoto menambahkan, para kepala sekolah dan TPP telah melewati proses seleksi serta pembekalan sebelum ditugaskan di SNT.
Menurutnya, seleksi kepala sekolah berlangsung kompetitif. Sekitar 8.000 kepala sekolah mengikuti tahapan seleksi berlapis hingga akhirnya terpilih para kepala sekolah yang akan memimpin SNT.
“TPP SNT dipilih oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dari sekitar 60.000 lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang telah memenuhi persyaratan,” ujarnya. (nas)


















