• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Ma’ruf Amin Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal NU: Harus Bisa Mendamaikan dan Kembalikan Khittah

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:24
in Headline
amin

Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin. Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin menilai calon pemimpin Nahdlatul Ulama (NU) ke depan harus memiliki kemampuan mendamaikan berbagai kelompok yang tengah berselisih. Persatuan dinilai menjadi modal penting agar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu dapat menjalankan misinya dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf Amin usai menghadiri halaqah kebangsaan dan qanun asasi di kompleks DPR RI, Senayan di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

BacaJuga:

Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50

Menkeu Sebut Impor Beras Ilegal Coreng Swasembada Pangan Nasional

Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

Menurutnya, forum tersebut penting untuk mengingatkan kembali tujuan awal berdirinya NU, sehingga setiap gerakan organisasi tetap berpegang pada qanun asasi dan khittah NU.

“Supaya kita mengingat kembali sebenarnya NU itu organisasi seperti apa, untuk tujuan apa. Sehingga kita melakukan upaya-upaya, langkah-langkah gerakan NU itu tidak menyimpang dari qanun asasi, dari khittah, dari cara berpikir, dari gerakan yang memang sudah ada panduannya,” ujar Ma’ruf.

Dia mengakui NU harus terus melakukan penyesuaian terhadap perkembangan zaman. Namun, penyesuaian tersebut tidak boleh membuat organisasi keluar dari koridor yang telah menjadi landasan NU.

“Walaupun tidak statis, tapi ada adjustment, penyesuaian, tapi tetap dalam koridor,” katanya.

Ma’ruf juga menekankan pentingnya memperbesar gerakan NU yang berorientasi pada kepentingan umat, bangsa, hingga kemanusiaan. Karena itu, sosok yang nantinya memimpin NU harus mampu membawa organisasi kembali kepada jalurnya sekaligus melakukan perbaikan.

Terkait figur calon pemimpin NU, Ma’ruf menyebut setidaknya ada kemampuan penting yang harus dimiliki. Salah satunya adalah kemampuan melakukan ishlah atau mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa.

“Harus punya kemampuan melakukan dua hal, al-ishlah wal-ishlah. Ishlah pertama itu mendamaikan semua kelompok yang bersengketa, karena tanpa persatuan tidak mungkin,” tegasnya.

Selain mampu mendamaikan kelompok yang berselisih, pemimpin NU juga harus menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurut Ma’ruf, hal tersebut menjadi syarat agar misi NU dapat dijalankan secara optimal.

“Dan harus mendahulukan kepentingan organisasi, kepentingan pribadi maupun kelompok. Itu, baru misi NU bisa diemban,” katanya.

Ma’ruf menambahkan, NU ke depan juga perlu mengedepankan kualitas dalam berorganisasi. Menurut dia, warga NU perlu memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai ke-NU-an, bukan sekadar mengikuti arus atau karena dorongan tertentu.

“Supaya ber-NU itu lebih pada kualitas. Artinya pemahaman, bukan sekadar ikut-ikutan, bukan karena dorongan,” jelasnya.

Dia menyebut prinsip tersebut sebagai ber-NU dengan kesadaran dan pemahaman atau ‘ala bashirah, bukan sekadar karena dorongan atau kepentingan tertentu. Karena itu, pemimpin NU mendatang harus mampu memperbaiki sekaligus memperbesar langkah organisasi.

“Kalau tidak, tidak akan mampu mengembalikan NU kepada khittahnya sesuai dengan qanun asasi,” tutur Ma’ruf.

Saat ditanya mengenai wacana agar calon yang pernah berkonflik tidak maju dalam pemilihan kepemimpinan NU, Ma’ruf menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Muktamar NU.

“Itu nanti Muktamar yang menentukan, ya menentukan nanti yang terbaik,” katanya.

Ma’ruf juga enggan menyebut satu nama yang dinilai paling berpotensi memimpin NU. Dia memilih menilai para kandidat berdasarkan kemampuan mereka dalam melakukan perbaikan dan mendamaikan berbagai kekuatan di tubuh organisasi.

“Yang penting dia punya kemampuan melakukan perbaikan, mendamaikan kekuatan, melakukan perbaikan, mengembalikan pada jalurnya. Kalau tidak punya kemampuan, tidak akan membawa perbaikan pada NU,” ujarnya.

Sementara terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU, termasuk apakah nantinya menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) atau voting, Ma’ruf kembali menyerahkan keputusan tersebut kepada Muktamar.

“Nah itu kita lihat nanti di Muktamar. Muktamar saja yang menentukan,” ujarnya.(nas)

Tags: DPR RIHalaqah KebangsaanMa’ruf AminNUWakil Presiden

Berita Terkait.

Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50
Headline

Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50

Selasa, 22 September 2026 - 19:05
suahasil
Headline

Menkeu Sebut Impor Beras Ilegal Coreng Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:13
tikus
Headline

Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

Selasa, 22 September 2026 - 09:29
bambang
Headline

Syarat Pendidikan Gibran Digugat ke MK, Pemohon Sebut Ada Indikasi Manipulatif

Selasa, 22 September 2026 - 09:19
bran
Headline

Gibran Condemns SPPG Employee for Mocking Students Who Fell Ill After MBG Meal

Senin, 21 September 2026 - 17:07
gibran
Headline

Gibran Kecam Karyawan SPPG yang Ejek Siswa Korban Keracunan MBG

Senin, 21 September 2026 - 16:27

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    862 shares
    Share 345 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.