• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Usai Dipanggil Ditjen Pajak, Hensa Buka Fakta di Balik Siniar Bareng Ferry Latuhihin

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:15
in Politik
Pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio/ Dok INDOPOSCO

Pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio/ Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, membagikan pengalaman berbeda usai memenuhi panggilan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dalam pemeriksaan yang berkaitan dengan ekonom Ferry Latuhihin. Alih-alih menyoroti polemik yang berkembang di ruang publik, pria yang akrab disapa Hensa itu justru mengungkapkan apresiasinya terhadap cara kerja petugas pajak yang dinilainya profesional dan tetap berpegang pada prosedur.

Pengalaman tersebut diungkapkan Hensa saat berbincang di kanal YouTube Forum Keadilan TV. Menurutnya, proses pemeriksaan berlangsung lugas, tidak bertele-tele, dan sepenuhnya berfokus pada substansi yang memang ingin diklarifikasi.

BacaJuga:

Puadi: Bukan Sekadar Lomba, Debat Penegakan Hukum Pemilu Jadi Ruang Mahasiswa Uji Teori dan Gagasan Demokrasi

Bawaslu Dorong Debat Mahasiswa VI Lahirkan Gagasan Penguatan Penegakan Hukum Pemilu

Parliamentary Threshold Dibahas, Pengamat Soroti Suara Pemilih yang Berpotensi Terbuang

“Saya kagum sama petugas Ditjen Pajak itu kemarin. Jadi dia tidak melebar kemana-mana. Sangat profesional. Fokus apa yang memang dicari. Terlepas dari berbagai kontroversi atau polemik yang mengatakan ini enggak pantas cuma untuk Ferry Latuhihin. Sama sekali petugas pajaknya nggak bicara seperti itu. Dia melakukan tugasnya aja,” ujar Hensa, dikutip pada Kamis (6/8/2026).

Hensa mengaku sempat mempertimbangkan keputusannya untuk hadir. Namun setelah menjalani proses klarifikasi secara langsung, ia meyakini bahwa langkah tersebut merupakan pilihan yang tepat. Menurutnya, petugas pemeriksa hanya menggali informasi yang relevan dan tidak berusaha mempersulit jalannya pemeriksaan.

“Dan ternyata keputusan saya datang dan hadir itu benar. Satu, petugas pajaknya waktu itu sangat profesional. Dia tidak mempersulit bertanya sesuai dengan konteks substansi. Dan setelah itu selesai. Yang ditanya sebenarnya pertanyaannya satu aja. ‘Mas Hensa ngundang Prof. Ferry Latuhihin dikasih apa? Prof. Ferry itu dikasih apa? Dikasih honor, ya?'” tuturnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Hensa menjelaskan bahwa seluruh narasumber yang hadir di podcast miliknya tidak pernah menerima honorarium berupa uang tunai. Sebagai bentuk apresiasi, pria yang menjadi dosen itu hanya memberikan buah tangan sederhana sesuai kemampuan.

“Enggak, saya jawab dua. Satu, saya nggak pernah ngasih uang (ke Prof Ferry). Karena keterbatasan, namanya kan saya dosen. Keterbatasan kita. Jadi kita kasih dia, semua narsum saya itu pilihannya cuma dua, buah atau cookies. Saya ingat saya waktu itu, Prof. Ferry saya kasih cookies,” jelas Hensa.

Ia pun mengungkapkan bahwa nilai bingkisan tersebut relatif sederhana. Menurutnya, pemberian itu disesuaikan dengan latar belakang narasumber agar tetap pantas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Enggak, kan itu paling 150 ribu ya. 125 ribu, 150 ribu lah. Kecuali ini kalau saya lagi wawancara UMKM, nah itu pasti saya kasih sembako tuh UMKM-nya. Nah tapi kalau level-levelnya Latuhihin itu kan, kalau gue kasih sembako marah dia, ‘lo kurang ajar,’ gitu-gitu kan. Iya, makanya kita kasih yang pantas aja. Dan itu semuanya begitu,” ungkapnya.

Bagi Hensa, memenuhi panggilan otoritas pajak merupakan bentuk penghormatan terhadap proses yang dijalankan negara. Selama tidak ada hal yang disembunyikan, menurutnya masyarakat tidak perlu ragu untuk bersikap kooperatif.

“Nah itu yang saya hindari, makanya saya datang. Tugas pajaknya juga hanya menjalankan kewajiban, kita datang aja,” tambahnya.

Pernyataan Hensa sekaligus menjadi gambaran bahwa proses klarifikasi perpajakan tidak selalu berlangsung seperti yang dibayangkan publik. Dalam pengalamannya, pemeriksaan berjalan singkat, terarah, dan hanya menyentuh informasi yang benar-benar diperlukan untuk kepentingan administrasi perpajakan. (her)

Tags: Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak)Ferry LatuhihinHendri SatrioPemeriksaan Pajak

Berita Terkait.

bawasluu
Politik

Puadi: Bukan Sekadar Lomba, Debat Penegakan Hukum Pemilu Jadi Ruang Mahasiswa Uji Teori dan Gagasan Demokrasi

Senin, 21 September 2026 - 19:19
bawaslu
Politik

Bawaslu Dorong Debat Mahasiswa VI Lahirkan Gagasan Penguatan Penegakan Hukum Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 18:14
pemilu
Politik

Parliamentary Threshold Dibahas, Pengamat Soroti Suara Pemilih yang Berpotensi Terbuang

Minggu, 20 September 2026 - 12:28
BULD
Politik

BULD DPD Dorong Revisi UU Kebencanaan, Soroti Kesenjangan Penanganan di Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 10:32
Belajar dari Kekalahan 17 Gol, Ketapang Junior Bangkit dan Juara Liga AAFI U13
Politik

Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen dalam Revisi UU Pemilu

Rabu, 16 September 2026 - 20:06
doli
Politik

Dorong Pemilu Modern, Doli Soroti 4 Prasyarat Utama Penerapan E-Voting

Rabu, 16 September 2026 - 11:11

OLAHRAGA

ole
Olahraga

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Editor Dilianto
Senin, 21 September 2026 - 20:12

INDOPOSCO.ID - Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dan penjaga gawang Maarten Paes sudah berada di Jakarta pada Senin (21/9/2026). Kehadiran...

SelengkapnyaDetails
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5538 shares
    Share 2215 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1246 shares
    Share 498 Tweet 312
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.