• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Parliamentary Threshold Dibahas, Pengamat Soroti Suara Pemilih yang Berpotensi Terbuang

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 20 September 2026 - 12:28
in Politik
pemilu

Ilustrasi - Warga memberikan hak suaranya usai mencoblos surat suara di tempat pemungutan suara. Pembahasan parliamentary threshold turut menyoroti pentingnya memastikan suara masyarakat tetap memiliki nilai representasi di parlemen. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembahasan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen dinilai tak seharusnya hanya berkutat pada penentuan angka. Pengamat politik Hendri Satrio justru mendorong DPR memikirkan mekanisme agar suara masyarakat tetap memiliki nilai representasi meski partai yang dipilih gagal melewati ambang batas.

Menurut Hensa -sapaan Hendri Satrio-, persoalan tersebut penting karena setiap suara yang diberikan masyarakat dalam pemilu merupakan mandat politik yang semestinya tetap memiliki saluran representasi.

BacaJuga:

Lawan Disinformasi, Golkar Dorong Penguatan Ekosistem Digital Kader

Golkar Buka Suara Soal Isu Bahlil Dikaitkan Penyadapan Prabowo

Jokowi Disebut Sedang Main Catur Politik, Ada Strategi Buying Time Menuju 2029

“Berapapun threshold-nya, sebaiknya DPR juga punya solusi supaya suara rakyat itu tidak terbuang,” ujar Hensa melalui gawai, Minggu (20/9/2026).

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai fokus pembahasan tidak semestinya hanya diarahkan pada nasib partai politik. Yang tak kalah penting ialah memastikan suara pemilih tidak kehilangan arti ketika partai yang mereka dukung gagal memenuhi parliamentary threshold.

Masyarakat, kata dia, telah datang ke tempat pemungutan suara dan memberikan pilihan kepada calon anggota legislatif yang dipercaya. Karena itu, perlu ada formula agar dukungan tersebut tidak sepenuhnya kehilangan nilai ketika partai pengusung tidak mencapai ambang batas.

“Bayangkan kalau misalnya 5 persen terus ada yang cuma dapat 3 persen atau 4 persen kan enggak lolos. Nah itu kan ada suara yang terbuang, jadi mungkin salah satu solusi yang ditawarkan adalah ada satu fraksi yang tidak sampai 5 persen tapi bisa tetap mengirimkan wakil rakyatnya dengan menggabung suara partai-partai itu,” tutur Hensa.

Hensa menegaskan, gagasan tersebut bukan bentuk keistimewaan bagi partai yang gagal memenuhi parliamentary threshold. Partai politik tetap harus berkompetisi dan tunduk pada ketentuan ambang batas yang nantinya ditetapkan.

Namun, DPR dinilai perlu mencari formula untuk meminimalkan suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi representasi politik.

“Dengan demikian, titik berat pembahasannya bukan bagaimana menyelamatkan partai yang tidak lolos ke parlemen, melainkan bagaimana menjaga agar mandat yang telah diberikan pemilih tetap memiliki saluran politik,” terangnya.

Salah satu kemungkinan yang dia tawarkan ialah mekanisme penggabungan representasi dari partai-partai yang tidak mencapai ambang batas. Skema tersebut dapat dibahas lebih lanjut dalam perumusan sistem pemilu.

Untuk menentukan calon yang berhak menjadi wakil, perolehan suara masing-masing calon tetap dapat menjadi acuan.

“Siapa yang lolos ya? Tetap saja calon anggota yang suaranya paling banyak,” kata Hensa.

Dengan skema itu, calon yang memperoleh dukungan terbesar dari masyarakat tetap memiliki peluang menjadi wakil rakyat. Kursi tidak diberikan semata-mata karena partainya memperoleh pengecualian, melainkan tetap mempertimbangkan suara yang diberikan pemilih.

Hensa berpandangan, pembahasan parliamentary threshold perlu mempertemukan dua kepentingan: penataan sistem kepartaian dan perlindungan terhadap nilai suara masyarakat.

Karena itu, perdebatan tidak cukup hanya berkutat pada pilihan angka 4 persen, 5 persen, atau besaran lainnya.

“Yang juga perlu dijawab adalah bagaimana desain sistem pemilu dapat menekan sebanyak mungkin suara yang tidak terkonversi menjadi representasi di parlemen,” tutupnya. (her)

Tags: ambang batas parlemenHendri SatrioKedaiKOPIParliamentary Thresholdpemilu

Berita Terkait.

golkar
Politik

Lawan Disinformasi, Golkar Dorong Penguatan Ekosistem Digital Kader

Sabtu, 7 November 2026 - 11:21
Lumba-Lumba Liar Jadi Magnet, UKP Dukung Pengembangan Segitiga Emas Lampung
Politik

Golkar Buka Suara Soal Isu Bahlil Dikaitkan Penyadapan Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 20:55
Jokowi Disebut Sedang Main Catur Politik, Ada Strategi Buying Time Menuju 2029
Politik

Jokowi Disebut Sedang Main Catur Politik, Ada Strategi Buying Time Menuju 2029

Jumat, 6 November 2026 - 20:05
DKPP Lantik 228 Anggota TPD Periode 2026-2027, Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Politik

DKPP Lantik 228 Anggota TPD Periode 2026-2027, Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu

Kamis, 5 November 2026 - 12:48
kadin
Politik

Waketum Kadin Mulyadi Jayabaya Siap Dukung Prabowo 2 Periode

Selasa, 3 November 2026 - 18:08
lugito
Politik

Tak Ingin DKPP Jadi Keranjang Sampah, Heddy Lugito Usul Pembatasan Waktu Pelaporan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:03

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3347 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.