• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Efisiensi Bukan Alasan Tunda Pilkades, Ini Bahaya jika Kades Habis Masa Jabatan Tetap Berkuasa

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 10 September 2026 - 15:05
in Politik
kades

Ilustrasi kepala desa. Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah kepala desa (kades) yang tergabung dalam kelompok AMJ atau Akhir Masa Jabatan mendatangi DPR dan meminta agar tetap diberi kesempatan melanjutkan kekuasaan sebagai Penjabat (Pj.) kepala desa. Alasannya, untuk efisiensi anggaran agar tidak perlu segera menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Menanggapi hal itu, pengamat pemerintahan Djohermansyah Djohan mengingatkan agar usulan tersebut tidak diterima. Menurutnya, hal itu berpotensi membuka pintu bagi perpanjangan kekuasaan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.

BacaJuga:

Tak Hadir Rakornas TPAKD, KDM Mulai Berseberangan dengan Prabowo?

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

“Setelah masa jabatan habis, mestinya seorang pemimpin meninggalkan jabatan dengan kepala tegak. Jika logika ini diterima, kita sedang membuka pintu berbahaya bagi demokrasi desa: jabatan yang telah berakhir dapat diperpanjang hanya karena pemegang jabatan belum siap melepaskan kekuasaan,” kata Djohermansyah kepada media, Kamis (10/9/2026).

Dia menegaskan, jabatan kepala desa bukan warisan keluarga dan bukan hak turun-temurun. Demokrasi dibangun di atas prinsip pembatasan kekuasaan.

“Lord Acton pernah mengingatkan, power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely. Karena itu demokrasi mengenal pemilihan berkala dan pembatasan masa jabatan,” tuturnya.

Djohermansyah merujuk Undang-Undang Desa Nomor 3 Tahun 2024 yang mengatur masa jabatan kepala desa 8 tahun untuk satu periode dan paling banyak 2 periode. Sebelumnya UU No 6 Tahun 2014 mengatur 3 periode dengan masa jabatan 6 tahun.

“Artinya pembentuk undang-undang sudah mengambil keputusan. Kepala desa yang telah habis batas masa jabatannya tidak dapat tiba-tiba meminta pintu baru melalui status Pj. Jangan sampai istilah Pj menjadi jalan belakang untuk memperpanjang kekuasaan,” tegasnya.

Soal alasan efisiensi anggaran, Djohermansyah menilai solusinya bukan memperpanjang jabatan kepala desa lama, melainkan memperbaiki sistem Pilkades.

“Pilkades dapat dilakukan secara serentak. Pembiayaan dapat dihemat melalui pengelolaan bersama. Jadi jangan mempertentangkan demokrasi dengan efisiensi. Biaya demokrasi jauh lebih murah daripada biaya kekuasaan yang terlalu lama dan sulit dikendalikan,” tambahnya.

Djohermansyah juga mengingatkan, jika alasan efisiensi digunakan untuk menunda Pilkades, maka logika yang sama bisa digunakan untuk menunda Pilkada dan Pemilu.

Ia menjelaskan, secara normatif mekanisme Pj sudah jelas. Ketika masa jabatan kepala desa berakhir, pemerintah menunjuk ASN untuk menjalankan tugas sebagai Pj agar pelayanan publik tidak terganggu.

“Pj adalah penjaga kesinambungan, bukan penerus otomatis pejabat lama. Pertanyaannya: mengapa harus orang yang sama? Kalau jawabannya selalu kepala desa lama, maka kita sedang membangun oligarki kekuasaan di tingkat desa,” ucapnya.

Djohermansyah juga mendorong regenerasi di desa. “Desa butuh pemimpin baru, gagasan baru, dan energi baru. Jangan sampai jabatan publik berubah menjadi milik keluarga,” tegasnya.

Ia meminta Komisi II DPR dan Kementerian Dalam Negeri berhati-hati dalam menyikapi aspirasi kelompok AMJ.

“Aspirasi boleh didengar, tetapi menampung aspirasi tidak sama dengan mengabulkan semua tuntutan. Jangan sampai ada transaksi politik: dukungan politik ditukar dengan perpanjangan masa jabatan,” pungkasnya.

Ia menutup dengan pesan agar pemerintah segera menyelesaikan transisi dan menggelar Pilkades secara serentak, efisien, dan adil.(yas)

Tags: EfisiensiKadespilkades

Berita Terkait.

Prabowo
Politik

Tak Hadir Rakornas TPAKD, KDM Mulai Berseberangan dengan Prabowo?

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:10
HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata
Politik

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:41
Golkar
Politik

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:33
doli
Politik

RUU Pemilu Buka Peluang Tambah Kursi DPR RI Melalui Sistem Dapil Nasional, 58 Kursi DPR Jadi Wacana

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:23
kpp
Politik

Jaga Pemilu 2029 Demokratis: Media Diminta Bersiap dan Pahami Regulasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:09
gibran
Politik

Pakar: MK Lempar “Bola Panas” ke DPR terkait Polemik Ijazah Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:05

OLAHRAGA

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12
Olahraga

Legislator Ini Minta Pembinaan Fokus pada Potensi Unik Anak saat Buka Turnamen KU-12

Editor Nasuha
Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus berfokus pada pengembangan...

SelengkapnyaDetails
Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Jakarta Sukses Gelar JRF 2026 dan Konser Ye, Bawa Dampak Ekonomi bagi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:34
BLISPI

Cetak Bintang Sepak Bola dari Daerah, Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V di Bekasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:16
NOC Indonesia

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    4260 shares
    Share 1704 Tweet 1065
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Eks Konsesi TPL Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani Lewat Perhutanan Sosial

    937 shares
    Share 375 Tweet 234
  • Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.