INDOPOSCO.ID – Partai Demokrat menanggapi santai pandangan miring Partai Golkar terkait pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Demokrat yang disampaikan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu (5/9/2026).
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menilai poin-poin yang disampaikan AHY merupakan hal yang lumrah, termasuk soal kekuasaan yang memiliki batas.
“Memang benar kalau kekuasaan itu ada batasnya. Konstitusi menegaskan itu. Jadi wajar-wajar saja kalau beliau menyampaikan itu,” kata Herzaky kepada INDOPOSCO, Selasa (8/9/2026).
Herzaky meminta semua pihak menyimak pidato AHY secara utuh. Menurutnya, pesan utama pidato tersebut adalah mengingatkan kader bahwa kekuasaan tidak bersifat abadi dan memiliki siklus melalui pemilu.
“Beliau mengingatkan kami, kader-kadernya, kalau kekuasaan itu datang dan pergi. Bahkan ada waktunya, pemilu memiliki siklusnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanggung jawab kepada rakyat tetap harus dijalankan, baik saat berada di dalam maupun di luar pemerintahan.
Karena itu, AHY meminta seluruh kader memanfaatkan kekuasaan untuk melayani masyarakat, termasuk memperjuangkan kebijakan legislasi dan anggaran yang berpihak kepada rakyat.
“Hadirkan pemerintah yang bersih, efektif dan dekat dengan masyarakat. Itu pesan utama beliau,” imbuh Herzaky.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyoroti pidato AHY dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat.
Doli menilai gaya penyampaian, gestur, dan posisi AHY dalam pidato tersebut menunjukkan sinyal kuat bahwa Ketua Umum Partai Demokrat itu siap menjadi salah satu kontestan dalam Pilpres mendatang.
“Dilihat dari cara penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi signal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam Pilpres mendatang,” kata Doli, Senin (7/9/2026).























