INDOPOSCO.ID – Bawaslu RI meminta insan pers tidak segan mengkritisi perjalanan lima tahun kepemimpinan lembaga pengawas pemilu tersebut. Media didorong memberikan penilaian secara jujur, termasuk mengungkap capaian sekaligus berbagai kekurangan Bawaslu selama menjalankan tugas mengawal demokrasi.
Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan, kritik dari media diperlukan agar evaluasi terhadap kinerja lembaga dapat dilakukan secara objektif. Menurutnya, apresiasi penting diberikan terhadap hal-hal yang telah berjalan baik, tetapi kekurangan juga harus disampaikan secara terbuka.
Hal itu disampaikan Lolly dalam kegiatan Diskusi Media bertajuk “Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun” di Pangandaran, Kamis (3/9/2026).
“Sahabat-sahabatku sekalian, pada konteks hari ini, saya berharap ada tiga hal yang kemudian bisa kita lahirkan dari forum ini,” ujar Lolly.
Dia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar forum silaturahmi antara Bawaslu dan jurnalis. Lebih dari itu, pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk melakukan refleksi secara terbuka terhadap perjalanan Bawaslu selama lima tahun terakhir.
“Kami berharap ada refleksi jujur dari sahabat-sahabat sekalian, kalau bagus-bagusnya di mana? Karena yang baik, sekali lagi, layak diapresiasi. Kalau kurang, kurangnya pada konteks apa?” kata Lolly.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu itu menilai kritik media memiliki posisi penting dalam memperkuat lembaga sekaligus demokrasi di Indonesia.
Karena itu, Bawaslu tidak hanya mengharapkan pemberitaan yang menyoroti capaian, tetapi juga masukan kritis mengenai berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah.
“Kami ingin mendapatkan masukan yang kritis terhadap penguatan demokrasi ke depan,” tuturnya.
Lolly menambahkan, keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian dari upaya Bawaslu melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Masukan dari media diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar lembaga semakin kuat dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu.
Selain refleksi dan kritik, Lolly berharap Media Gathering tersebut melahirkan komitmen bersama antara Bawaslu dan media untuk menjaga serta membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
“Dan yang ketiga, kami membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan membangun ekosistem demokrasi di Indonesia ke depan. Jadi, tiga hal ini yang kemudian mudah-mudahan bisa kita lahirkan di Pangandaran,” jelasnya. (dil)























