INDOPOSCO ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui rangkaian kegiatan yang menggabungkan refleksi sejarah, penguatan wawasan kebangsaan, olahraga, hingga pelestarian budaya.
Ketua Panitia Rangkaian Peringatan HUT RI ke-81 Bachtiar Firdaus mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pemaknaan kemerdekaan dari berbagai sisi sekaligus menumbuhkan kembali semangat kolaborasi dan gotong royong.
Menurut Bachtiar, semangat tersebut merupakan bentuk keteladanan dari para founding father bangsa yang mampu mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan meski memiliki keterbatasan.
“Sebagaimana founding father sudah membuktikan, mereka tidak punya apa-apa, mereka punya semangat kolaborasi gotong royong bisa memerdekakan Indonesia. Saatnya kita dengan semangat kolaborasi dan gotong royong untuk memajukan negara kita tercinta ini,” ujar Bachtiar di Kantor DPP PKS, Selasa (31/8/2026)
Ia menjelaskan, rangkaian peringatan tahun ini berlangsung lebih panjang dan dibagi menjadi empat cluster kegiatan. Masing-masing cluster memiliki fokus berbeda untuk menggambarkan berbagai makna kemerdekaan.
“Panitia membagi dalam empat cluster kegiatan kita. Cluster yang pertama adalah cluster yang acaranya khidmat dan reflektif kemerdekaan, kunjungan dan ziarah ke makam proklamator kita Bung Karno dan Bung Hatta dan juga upacara hari kemerdekaan,” jelasnya.
Cluster kedua difokuskan pada penguatan semangat intelektual melalui dialog kebangsaan. Sementara cluster ketiga mengangkat semangat perjuangan dan ketahanan fisik melalui kegiatan olahraga, seperti Run For Independence Day (RFID) 81 kilometer, virtual run, serta berbagai perlombaan yang digelar di lingkungan PKS.
RFID 81 KM menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam rangkaian tersebut. Coach Defrizal mengatakan, kegiatan ini telah digelar selama enam tahun dengan konsep yang terus berkembang.
Tahun ini, RFID 81 KM diikuti 52 peserta kategori single dan 148 peserta kategori beregu.
“RFID sebenarnya sudah enam tahun kita jalankan. Dulu hybrid pernah di masing-masing wilayah, kemudian pernah juga kita laksanakan dari Karawang, kemudian dari Bogor. Kita mulai dari 76 km peringatan 76 tahun kemerdekaan dan terakhir 81 km,” ungkapnya.
Sementara itu, cluster keempat mengangkat semangat kebersamaan dan kerakyatan melalui pagelaran wayang kulit yang digelar di DPP PKS. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dan dukungan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid serta pimpinan Fraksi PKS di DPR dan MPR RI.
Wakil Bendahara Umum DPP PKS yang juga menjadi panitia, Alwan, mengatakan pagelaran wayang kulit telah menjadi salah satu agenda rutin PKS. Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana untuk membangun komunikasi dengan komunitas dan paguyuban penggemar budaya tradisional.
Sekretaris Bidang Seni dan Budaya DPP PKS Afwan Riyadi mengatakan, wayang kulit tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi budaya masyarakat Indonesia yang mengandung berbagai nilai kehidupan.
“Wayang kulit bukan semata-mata pagelaran seni hiburan, tapi masyarakat Indonesia ini dari zaman dahulu sampai sekarang itu komunikasinya melalui budaya,” katanya.
Afwan berharap seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan tersebut dapat mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk meneruskan estafet perjuangan para pendahulu bangsa.
“Bagaimana peran kita semua, baik dari kalangan generasi muda maupun kita sebagai pelanjut estafet kemerdekaan untuk benar-benar mengisi kemerdekaan Indonesia, mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang benar-benar merdeka, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya. (dil)























