INDOPOSCO.ID – Tongkat estafet kepemimpinan DPP Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) resmi berpindah tangan. Habibie Mahabbah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Pemuda LIRA periode 2026–2031.
Habibie ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Pemuda LIRA hari ini di Bogor, Kamis (27/8/2026). Terpilihnya Habibie menjadi babak baru bagi organisasi kepemudaan yang selama ini aktif mengawal persoalan masyarakat dan mendorong kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Munas III mengagendakan evaluasi perjalanan organisasi, penyusunan arah kebijakan lima tahun ke depan, serta pemilihan Ketua Umum DPP Pemuda LIRA. Peserta munas juga menyepakati pembentukan Tim Formatur untuk menyusun kepengurusan periode 2026-2031.
Tim tersebut terdiri dari Ketua Umum terpilih, Ketua Umum sebelumnya, dua unsur DPW LIRA, dan satu unsur DPD LIRA. Keputusan aklamasi sekaligus menunjukkan besarnya kepercayaan pemilik suara kepada Habibie untuk melanjutkan kepemimpinan dari Ketua Umum sebelumnya, Adam Irham.
Dalam sambutannya, Habibie menyampaikan terima kasih atas mandat yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan, jabatan tersebut bukan sekadar posisi organisasi, melainkan amanah besar untuk membuat Pemuda LIRA semakin solid, progresif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada saya untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Pemuda LIRA dari Bung Adam Irham,” ujar Habibie.
Sebelum terpilih sebagai ketua umum, Habibie dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal DPP Pemuda LIRA. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memahami dinamika organisasi sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi Pemuda LIRA di tingkat pusat maupun daerah.
Ia turut menyinggung kondisi organisasi kepemudaan nasional, khususnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang hingga kini masih terfragmentasi menjadi lima kubu.
Menurut Habibie, konflik berkepanjangan di tubuh KNPI telah menguras energi anak muda Indonesia. Padahal, energi tersebut semestinya diarahkan untuk mengawal pembangunan dan mengoptimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kasihan energi pemuda Indonesia terkuras di situ. Padahal potensi anak muda Indonesia perlu disatukan dalam bingkai persatuan pembangunan nasional untuk mengejar Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia menilai penyelesaian persoalan KNPI tidak bisa hanya dibebankan kepada organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Setelah bertahun-tahun upaya konsolidasi belum menghasilkan titik temu, ia mendorong pemerintah mengambil peran sebagai fasilitator.
“Jika perlu Pak Presiden Prabowo turun tangan menyelesaikan ini semua. Jangan anggap perpecahan ini biasa-biasa saja,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah membuka ruang dialog dengan lima pimpinan DPP KNPI yang ada saat ini. Habibie berharap seluruh pihak dapat duduk bersama, saling mendengarkan dan mencari titik temu tanpa harus terjebak dalam forum yang terlalu formal.
“Panggil kelima pimpinan DPP KNPI ini. Dengarkan mereka para pemuda. Karena terkadang anak muda hanya butuh jiwa paternalistik untuk menyatukan mereka,” ungkapnya. (nas)





















