• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

E-Voting Bukan Sekadar Soal Klik, Pakar Soroti “Gagal Ginjal” Pemilu Indonesia

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:22
in Politik
denny

Pakar hukum tata negara, Denny Indrayana (kanan) dalam diskusi publik yang digelar IKA FIKOM Unpad bertajuk "E-Voting untuk Memilih Pejabat Negara: Seberapa Siap Indonesia?" di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: Herry Rosadi/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gagasan menerapkan electronic voting (e-voting) dalam pemilihan pejabat negara tak cukup hanya bermodal teknologi canggih. Menurut pakar hukum tata negara Denny Indrayana, ada persoalan yang jauh lebih mendasar dan harus dibereskan Indonesia, yakni integritas manusia yang berada di balik sistem tersebut.

Denny bahkan menilai Indonesia saat ini belum siap menerapkan e-voting dalam pemilu.

BacaJuga:

RUU Pemilu Buka Peluang Tambah Kursi DPR RI Melalui Sistem Dapil Nasional, 58 Kursi DPR Jadi Wacana

Jaga Pemilu 2029 Demokratis: Media Diminta Bersiap dan Pahami Regulasi

Pakar: MK Lempar “Bola Panas” ke DPR terkait Polemik Ijazah Gibran

“Jadi kalau pertanyaannya apakah siap e-voting? Ya, secara ide harus siap. Secara realita, tidak siap sama sekali,” ujar Denny dalam diskusi publik yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (IKA FIKOM Unpad) bertajuk “E-Voting untuk Memilih Pejabat Negara: Seberapa Siap Indonesia?” di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurut Denny, persoalan e-voting tidak bisa dilepaskan dari wajah demokrasi Indonesia saat ini. Sebelum mengganti kertas suara dengan layar elektronik, Indonesia justru perlu lebih dulu membenahi penyakit lama dalam penyelenggaraan pemilu. Salah satunya adalah apa yang ia sebut sebagai “duitokrasi”.

“Jadi sekarang kita ini realitasnya bukan menghasilkan siklus demokrasi, tapi adalah menghasilkan siklus duitokrasi,” tuturnya.

Denny menjelaskan, duitokrasi merupakan kondisi ketika kedaulatan rakyat dalam pemilu justru dibajak oleh kekuatan uang. Dalam situasi semacam itu, teknologi secanggih apa pun berisiko hanya menjadi alat baru untuk menjalankan persoalan lama. Ia menggambarkan kondisi tersebut dengan istilah yang tak biasa, yaitu “gagal ginjal Pemilu”.

Menurutnya, pemilu seharusnya menjadi mekanisme untuk menyaring calon pemimpin dan politisi agar mereka yang terpilih adalah figur-figur berintegritas. Namun, ketika proses politik justru dikuasai kepentingan uang, fungsi penyaringan tersebut bisa berjalan sebaliknya.

“Tetapi dalam gagal ginjal Pemilu kita, itu kemudian Pemilunya, instead of menghasilkan politisi-politisi yang berintegritas, kita menghadirkan calon-calon koruptor dengan berbagai potensi masalahnya. Itu gagal ginjal Pemilu,” jelas eks Wakil Menteri Hukum dan HAM tersebut.

Karena itu, menurut Denny, pembicaraan mengenai e-voting tidak boleh berhenti pada seberapa canggih perangkat lunak, sistem keamanan, atau mesin yang digunakan. Ada satu faktor yang justru jauh lebih menentukan: siapa yang mengendalikan teknologi tersebut.

“Kita sudah punya e-tender, apakah berjalan? Apakah kemudian sistem pengadaan kita tidak bermasalah? E-lelang itu? Bermasalah! Bukan karena teknologinya, tetapi karena behind the technology, man behind the gun. Orang yang menjalankan teknologi itu,” tambahnya.

Bagi Denny, digitalisasi bukanlah obat mujarab untuk semua persoalan demokrasi. Teknologi hanya bekerja sebaik manusia yang mengoperasikan dan mengawasinya.

Karena itu, sebelum Indonesia melangkah menuju pemilu berbasis elektronik, persoalan integritas penyelenggara, operator, pengawas, peserta pemilu hingga sistem politik secara keseluruhan harus lebih dulu dibenahi. Sebab, mengganti surat suara dengan layar digital tidak otomatis membuat demokrasi menjadi lebih bersih. Jika manusianya masih bermasalah, teknologi hanya akan mengubah cara persoalan itu bekerja, bukan menghilangkannya. (her)

Tags: Denny Indrayanae-votingpemilu

Berita Terkait.

doli
Politik

RUU Pemilu Buka Peluang Tambah Kursi DPR RI Melalui Sistem Dapil Nasional, 58 Kursi DPR Jadi Wacana

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:23
kpp
Politik

Jaga Pemilu 2029 Demokratis: Media Diminta Bersiap dan Pahami Regulasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:09
gibran
Politik

Pakar: MK Lempar “Bola Panas” ke DPR terkait Polemik Ijazah Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:05
kpu
Politik

Kembali Gelar Anugerah Jurnalistik, KPU Angkat Tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:04
kade
Politik

Soal Potensi Pelaporan KPU Terkait Syarat Pendidikan Gibran, DKPP: Kami Sifatnya Menunggu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:22
dpr
Politik

DPR Resmi Bentuk Panja RUU Pemilu, Bahtra Banong Jadi Ketua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:37

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    721 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Tanggapi Kasus Dana Nasabah Rp17 Miliar, BTN: Klaim Harus Berdasar Bukti Hukum, Bukan Opini

    677 shares
    Share 271 Tweet 169
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.