INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga demokrasi Indonesia tetap sehat dengan mengedepankan persaingan yang sehat, kritik, serta sikap saling menghormati di antara kekuatan politik.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus ulang tahun ke-77 Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Prabowo mengapresiasi pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dinilainya tegas dalam menyampaikan sikap politik partainya. Menurut Prabowo, kritik dan koreksi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.
“Bangsa yang besar yang sudah memilih jalan demokrasi harus berterima kasih atas kritik dan koreksi,” kata Prabowo.
Ia menilai sikap Partai Demokrat yang tetap menjaga persahabatan dan tidak melakukan aksi saling mencaci ketika berada di luar pemerintahan merupakan contoh demokrasi yang perlu dipertahankan.
“Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Bicara kan harus halus. Pernah di puncak, pernah tidak di puncak. Pernah di pemerintahan, pernah tidak. Tapi waktu tidak berkuasa Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar. Saya waktu empat kali tidak menang saya pun terima, ya sudah, kita maju lagi,” cetusnya.
Prabowo juga mengenang perjalanan politiknya bersama SBY. Keduanya merupakan satu angkatan di Akademi Militer. Ia menyebut SBY telah memberikan contoh dengan beralih dari dunia militer ke politik melalui jalur demokrasi dan memperoleh mandat rakyat.
“Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” ujar Prabowo.
Menurutnya, dinamika politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Berbagai kekuatan politik dapat berbeda pandangan, saling mengkritik, maupun memberikan masukan, tetapi tetap harus menjaga persatuan.
“Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi, menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga,” katanya.
Prabowo juga menyinggung besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara dengan wilayah dan jumlah penduduk yang besar. Karena itu, menurut dia, persoalan yang dihadapi Indonesia juga jauh lebih kompleks.
Meski demikian, Prabowo optimistis masa depan Indonesia sangat cerah. Ia menyebut berbagai pakar dan institusi dunia memproyeksikan Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050.
“Indonesia tahun 2050 akan menjadi negara keempat ekonomi terbesar di dunia. Mereka mengatakan kita akan menjadi one of the great powers,” ujarnya.
Prabowo menekankan bahwa 2050 hanya berjarak sekitar 24 tahun dari sekarang. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan untuk meneruskan pembangunan dan mengambil tanggung jawab kepemimpinan bangsa.
Ia menggambarkan dirinya bersama SBY dan generasi sebelumnya sebagai “anak tangga” yang akan digunakan generasi muda untuk melanjutkan perjalanan menuju kebangkitan Indonesia. “Masa depan kita cerah,” tegas Prabowo. (dil)























