• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

BPS Dihadapkan Ledakan Big Data, DPR Soroti Kesiapan SDM dan Infrastruktur

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 23 September 2026 - 13:05
in Politik
Ilustrasi big data/istimewa

Ilustrasi big data/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ledakan data membawa tantangan baru bagi lembaga statistik nasional. Ketika data tidak lagi hanya bersumber dari sensus dan survei, Badan Pusat Statistik (BPS) dituntut mampu mengolah informasi yang datang dari beragam kanal, termasuk data administrasi hingga big data dari platform digital.

Persoalan itu menjadi perhatian Anggota Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Statistik bersama sejumlah pakar dan lembaga penelitian di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

BacaJuga:

Golkar Kaji Formula Baru Pencalonan Presiden Usai Ambang Batas Dihapus MK

Ini 3 Alasan Golkar Dorong Pileg, Pilpres dan Pilkada Digelar Terpisah

Puadi: Bukan Sekadar Lomba, Debat Penegakan Hukum Pemilu Jadi Ruang Mahasiswa Uji Teori dan Gagasan Demokrasi

Ratih tidak hanya menyoroti seberapa banyak data yang harus dikelola BPS, tetapi juga mempertanyakan apakah kapasitas lembaga tersebut sudah siap menghadapi perubahan besar dalam ekosistem data.

“Kalau kita ngomongin big data tadi, saya hanya punya rasa insecure, sebenarnya BPS kita siap enggak sih untuk mengelola data sebesar dan sekompleks itu?” tanya Ratih.

Menurut dia, tantangan pengelolaan data di masa mendatang tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah perangkat teknologi. Di balik sistem yang semakin canggih, tetap dibutuhkan tenaga statistik yang memiliki kemampuan memadai untuk mengolah, membaca, dan menerjemahkan data menjadi informasi yang berguna.

Kebutuhan tersebut, kata Ratih, masih menghadapi persoalan pemerataan. Ketersediaan tenaga statistik di kementerian dan lembaga hingga pemerintah daerah belum sepenuhnya mencukupi.

“Jumlah dan juga sebaran tenaga statistik di seluruh Indonesia sebenarnya masih kurang dan juga belum rata,” jelas Ratih.

Kondisi itu menjadi semakin penting ketika kebutuhan terhadap data berkualitas terus meningkat. Pemerintah di tingkat pusat maupun daerah membutuhkan data bukan hanya dalam jumlah besar, tetapi juga data yang dapat dianalisis secara tepat untuk mendukung perumusan kebijakan.

Karena itu, Ratih turut menyoroti kapasitas pendidikan statistik nasional. Ia mempertanyakan apakah daya tampung pendidikan statistik saat ini sudah sejalan dengan kebutuhan tenaga statistik di berbagai sektor pemerintahan.

Menurutnya, jika kebutuhan tenaga statistik terus meningkat, perlu dipertimbangkan langkah untuk memperbesar kapasitas pendidikan, baik melalui peningkatan jumlah mahasiswa maupun pembukaan program studi statistik di lebih banyak daerah.

Ratih menilai persoalan SDM dan teknologi merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Infrastruktur digital yang kuat tanpa didukung tenaga yang mampu mengelolanya berpotensi tidak menghasilkan pengelolaan data yang optimal. Sebaliknya, SDM yang mumpuni juga membutuhkan sistem teknologi yang memadai untuk bekerja secara efektif.

Karena itu, ia meminta kesiapan infrastruktur teknologi informasi BPS turut menjadi bagian penting dalam pembahasan RUU Statistik.

“Bagaimana tata kelola SDM dari infrastruktur IT BPS ke depannya yang bisa kita atur di dalam RUU Statistik,” tutur Ratih.

Bagi Ratih, perubahan sumber data membuat fondasi statistik nasional perlu ikut diperkuat. Integrasi antara hasil sensus, data administrasi, sumber data baru, hingga big data digital membutuhkan tata kelola yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Ia berharap pembahasan RUU tentang Statistik tidak berhenti pada aspek regulasi, tetapi juga menghasilkan kerangka kelembagaan yang mampu menjawab tantangan pengelolaan data pada masa mendatang.

“Dengan dukungan SDM yang memadai dan infrastruktur IT yang kuat, kami berharap data statistik dapat semakin akurat, relevan, dan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan yang tepat,” tambahnya. (her)

Tags: Badan Pusat StatistikDPR RIRatih Megasari SingkarruRUU Statistik

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Politik

Golkar Kaji Formula Baru Pencalonan Presiden Usai Ambang Batas Dihapus MK

Rabu, 23 September 2026 - 04:08
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Politik

Ini 3 Alasan Golkar Dorong Pileg, Pilpres dan Pilkada Digelar Terpisah

Selasa, 22 September 2026 - 21:38
bawasluu
Politik

Puadi: Bukan Sekadar Lomba, Debat Penegakan Hukum Pemilu Jadi Ruang Mahasiswa Uji Teori dan Gagasan Demokrasi

Senin, 21 September 2026 - 19:19
bawaslu
Politik

Bawaslu Dorong Debat Mahasiswa VI Lahirkan Gagasan Penguatan Penegakan Hukum Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 18:14
pemilu
Politik

Parliamentary Threshold Dibahas, Pengamat Soroti Suara Pemilih yang Berpotensi Terbuang

Minggu, 20 September 2026 - 12:28
BULD
Politik

BULD DPD Dorong Revisi UU Kebencanaan, Soroti Kesenjangan Penanganan di Daerah

Kamis, 17 September 2026 - 10:32

OLAHRAGA

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI
Olahraga

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Editor Laurens Dami
Rabu, 23 September 2026 - 12:45

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta mengambil langkah tegas menyikapi insiden yang melibatkan pelatihnya, Shin Tae-yong, dalam pertandingan kontra Java United. Dugaan...

SelengkapnyaDetails
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46
FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

Rabu, 23 September 2026 - 08:34
ole

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1021 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    919 shares
    Share 368 Tweet 230
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.