INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menempatkan pendidikan sebagai investasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan. Tak hanya memperluas akses belajar, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak yang membentuk karakter dan kemampuan anak sejak usia dini.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat membuka Workshop Nasional Creativity Day for Teachers 2026 di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (6/8/2026). Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengikuti perubahan zaman dan memahami kebutuhan peserta didik.
“Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat pendidikan sejak usia dini. Melalui Perda Nomor 5 Tahun 2025, kami berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata sebagai fondasi menuju Jakarta sebagai kota global,” ujar Pramono.
Pramono menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI), telah mengubah wajah pendidikan secara signifikan. Karena itu, guru dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu membaca karakter, potensi, dan cara belajar setiap anak agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif.
“Tantangan pendidikan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial. Karena itu, guru perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu menyesuaikan metode belajar dengan karakter dan gaya belajar setiap anak,” jelasnya.
Keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas pendidikan juga tercermin melalui berbagai program yang telah berjalan sepanjang 2026. Penyaluran KJP Plus Tahap I menjangkau 707.477 peserta didik dengan anggaran mencapai Rp1,62 triliun. Sementara itu, bantuan KJMU diberikan kepada 15.825 mahasiswa dengan total anggaran Rp142,425 miliar.
Tak hanya itu, Program Pemutihan Ijazah Tahap I juga telah membantu 2.026 peserta didik dengan dukungan anggaran sebesar Rp3,95 miliar. Upaya memperluas akses pendidikan semakin diperkuat melalui implementasi Program Sekolah Swasta Gratis di 103 sekolah yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.
Bagi Pramono, seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap anak Jakarta memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang bermutu. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap membawa Jakarta menjadi kota global,” tegas Pramono.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan membangun pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari organisasi profesi, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat agar ekosistem pendidikan terus berkembang.
“Dengan semangat gotong royong tersebut, Jakarta diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (her)


















