INDOPOSCO.ID – Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan proyeksi neraca pangan menunjukkan stok berbagai komoditas utama masih mencukupi hingga akhir tahun.
“Terkait dengan kondisi stok, artinya secara prinsip bahwa berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan yang disusun Bapanas, bahwa semua stok pangan kita, relatif aman,” kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (29/7/2026).
“Mulai dari beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula konsumsi, poin pentingnya, stok yang kita miliki sampai akhir tahun relatif bagus. Ini prinsip yang harus kami sampaikan selalu, sehingga kondisi pangan yang kita miliki masih cukup baik,” lanjutnya.
Bapanas menjadikan pengalaman El Nino 2023 sebagai bahan evaluasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kala itu, puncak fenomena iklim terjadi pada Oktober 2023 sehingga pemerintah kini menyiapkan cadangan pangan dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan periode tersebut.
Penguatan stok dilakukan dengan mengandalkan produksi dalam negeri. Sejak 2025, pemerintah juga mengurangi impor pangan secara signifikan sehingga kebutuhan cadangan lebih banyak dipenuhi melalui hasil produksi nasional.
Data Bapanas menunjukkan, sebelum puncak El Nino 2023 atau pada awal September 2023, stok CPP beras tercatat 1,52 juta ton. Saat itu belum tersedia stok jagung, sementara cadangan daging ayam ras mencapai 15,94 ton, gula pasir 37,87 ribu ton, dan minyak goreng 3,74 kiloliter. Seluruh cadangan tersebut dikelola oleh Perum Bulog dan ID FOOD.
Kini, kondisi cadangan pemerintah disebut jauh lebih siap. Per 28 Juli 2026, stok CPP beras telah mencapai 5,25 juta ton atau meningkat sekitar 245,4 persen dibandingkan sebelum puncak El Nino 2023.
Selain beras, pemerintah kini memiliki cadangan jagung sebanyak 166 ribu ton yang sebelumnya belum tersedia. Stok daging ayam ras juga naik menjadi 38 ton atau melonjak sekitar 138,4 persen dibandingkan September 2023. Sementara itu, cadangan gula konsumsi tercatat 2 ribu ton dan minyak goreng mencapai 1 ribu kiloliter.
Dengan cadangan beras yang dinilai sangat kuat, Bapanas meminta Perum Bulog terus meningkatkan distribusi ke pasar rakyat melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar gejolak harga dapat ditekan.
“Beras memang stabil. Pasokan bagus tapi memang ada beberapa yang agak naik sedikit. Namun demikian, kami sepakat dengan Bapak Dirut Bulog. Pertama, GPM mohon digencarkan. Kedua, mohon juga digencarkan SPHP beras medium di pasar-pasar terutama, karena beberapa pasar kami lihat masih berbatas,” tutur Ketut.
“Ini akan bisa mempengaruhi harga. Oleh karena itu, ada 2 poin penting tadi. Gerakan Pangan Murah dan SPHP di pasar-pasar. Mohon segera digerakkan dengan masif,” tutupnya. (her)


















