INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Golkar Firnando Hadityo Ganinduto menyambut baik rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membentuk BUMN sektor tekstil.
Firnando menilai kehadiran BUMN tekstil dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di industri tekstil dalam beberapa waktu terakhir.
“Karena kita pahami hari ini, belakangan ini kita juga tahu banyak sekali PHK yang terjadi di republik ini karena banyak industri-industri atau pabrik-pabrik tekstil yang tutup, karena mereka tidak bisa melanjutkan bisnisnya di Indonesia ini,” kata Firnando di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Melalui rencana pembentukan BUMN tekstil itu diharapkan dapat merekrut pekerja yang terdampak PHK, sehingga mereka bisa kembali mendapatkan pekerjaan.
Paling penting, BUMN tekstil harus mampu berperan dalam menyelamatkan dan mengembangkan kembali industri tekstil nasional agar kembali berjaya.
“Tentunya BUMN tekstil ini harus bisa memberikan, menyelamatkan dunia pertekstilan di Indonesia sehingga kita bisa mendapatkan industri tekstil berjaya kembali seperti dahulu kala,” imbuh Firnando.
Ia juga mendorong BUMN tekstil lebih fokus mengembangkan sektor hulu industri tekstil guna mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Misalnya, produksi benang hingga kini masih bergantung pada impor.
“Saran saya adalah mungkin BUMN tekstil ini harus fokus kepada bagian hulu, bagian benang, karena selama ini kan di bagian hulu pertekstilan ini kan kita masih impor, gitu,” imbuhnya.
Wacana pembentukan BUMN di sektor tekstil kini tengah dimatangkan oleh pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan, pihaknya akan membangun BUMN yang sifatnya integrator dan ikut mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada.
“Ya, memang untuk BUMN Tekstil ini kita kembali lagi, karena kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan, terutama dari segi mesinnya, dari segi teknologinya, kita terbuka gitu,” jelas Rosan terpisah di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9/2026). (dan)















