INDOPOSCO.ID – Pemerintah menilai keberhasilan reformasi birokrasi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi maupun penyempurnaan regulasi. Di balik transformasi yang tengah dijalankan, pengalaman serta keteladanan para aparatur sipil negara (ASN) yang telah memasuki masa purnabakti dinilai tetap memiliki peran penting dalam menjaga arah perubahan birokrasi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XV dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
Rini membuka sambutannya dengan memberikan penghormatan kepada para purnabakti aparatur negara yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan birokrasi Indonesia.
“Setiap kemajuan birokrasi hari ini berdiri di atas jejak langkah, dedikasi panjang, dan tetesan keringat para aparatur negara yang telah menegakkan pilar Republik Indonesia,” ungkap Rini.
Menurutnya, para wredatama menyimpan pengalaman dan kebijaksanaan yang tetap relevan di tengah berbagai agenda perubahan yang sedang dijalankan pemerintah. Nilai-nilai yang mereka wariskan dinilai menjadi bekal penting bagi generasi ASN dalam melanjutkan estafet pengabdian kepada negara.
Di tengah percepatan reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan, penerapan meritokrasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, Rini menegaskan bahwa transformasi tidak bisa hanya bergantung pada sistem dan teknologi.
“Pemerintah terus mengakselerasi reformasi birokrasi baik dengan pendekatan tematik dan digital, menata manajemen ASN berbasis meritokrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, transformasi ini tidak cukup hanya ditopang oleh teknologi dan regulasi, melainkan juga membutuhkan karakter, pengalaman, dan keteladanan,” tutur Rini.
Ia menambahkan, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN telah menempatkan para wredatama sebagai representasi nyata dari aparatur negara yang telah menjalankan tugas sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, sekaligus perekat persatuan bangsa.
Karena itu, proses transformasi birokrasi saat ini bukan dimaksudkan untuk meninggalkan nilai-nilai lama, melainkan memperkuat warisan tersebut.
“Saat ini kita bertransformasi bukan untuk mengganti nilai lama, melainkan untuk melestarikan dan melanjutkan nilai dasar BerAKHLAK yang Bapak/Ibu wariskan,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rini menitipkan tiga harapan kepada keluarga besar PWRI. Pertama, organisasi tersebut diharapkan terus menjadi penjaga nilai-nilai pengabdian ASN agar semangat integritas dan profesionalisme tetap hidup di kalangan aparatur.
Kedua, PWRI diminta memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui berbagai masukan dan pengalaman yang dimiliki para anggotanya untuk memperkaya penyusunan kebijakan publik.
Ketiga, organisasi para purnabakti ASN itu diharapkan terus menjadi perekat persatuan bangsa sekaligus menebarkan optimisme dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar PWRI Setyanto P. Santosa mengatakan PWRI harus terus hadir sebagai wadah yang mampu memberikan manfaat bagi bangsa sekaligus mempererat kebersamaan para purnabakti aparatur negara.
“Di PWRI tidak ada lagi sekat instansi. Yang ada adalah semangat persaudaraan atas dasar kesamaan pengabdian terhadap bangsa dan negara,” kata Setyanto.
Rini juga menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan ASN setelah memasuki masa purnabakti. Amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, kata dia, memberikan jaminan pensiun dan jaminan hari tua sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para aparatur negara.
Menutup sambutannya, Rini mengingatkan bahwa semangat mengabdi tidak berhenti ketika seorang ASN memasuki masa pensiun.
“Pengabdian seorang Abdi Negara tidak pernah mengenal kata titik, yang ada hanyalah koma untuk melanjutkan pengabdian dalam bentuk baru. Terima kasih atas seluruh dedikasi dan teladan mulia bagi Ibu Pertiwi,” tambah Rini. (her)


















