INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) untuk mendorong inovasi dan hasil riset kampus berkembang menjadi usaha berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai tambah dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Sekretaris Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM dan Science Techno Park Universitas Indonesia (STP UI) dalam rangkaian Hackathon UI Incubate 2026 di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jembatan yang semakin kokoh antara dunia riset, inovasi, dan kewirausahaan.
Menurut Riza, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berperan mendorong lahir dan berkembangnya inovasi serta hasil riset, sedangkan Kementerian UMKM dapat memperkuat aspek bisnis, komersialisasi, akses pasar, dan keberlanjutan usaha.
“Kemdiktisaintek mendorong lahir dan berkembangnya inovasi serta hasil riset, sementara Kementerian UMKM dapat memperkuat sisi bisnis, komersialisasi, akses pasar, dan keberlanjutan usahanya. Sinergi ini diharapkan membuat inovasi tidak berhenti sebagai hasil riset atau prototipe, tetapi memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi bisnis yang berkelanjutan dan turut melahirkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia,” ujar Riza.
Ia menjelaskan kerja sama strategis tersebut menjadi landasan untuk memperkuat ekosistem inkubasi dan akselerasi usaha, hilirisasi inovasi, serta memperluas akses pasar dan jejaring industri bagi pelaku usaha berbasis teknologi.
Melalui sinergi tersebut, berbagai inovasi yang dikembangkan inovator muda di lingkungan perguruan tinggi diharapkan dapat semakin terhubung dengan program pengembangan usaha nasional sehingga memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi bisnis yang berdaya saing.
Riza juga menekankan peran strategis sejumlah instrumen Kementerian UMKM, seperti SAPA UMKM dan PRO-KESRA, sebagai bagian dari integrasi data dan ekosistem dukungan pengembangan kewirausahaan.
“Integrasi tersebut memungkinkan pemutakhiran data inkubator, tenant, dan kegiatan inkubasi dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi sekaligus memperkuat keterhubungan antara program inkubasi di perguruan tinggi dan ekosistem pengembangan kewirausahaan nasional,” tutur Riza.
Kolaborasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui Hackathon UI Incubate 2026 yang melibatkan sekitar 150 mahasiswa dalam 30 tim. Dengan mengusung pendekatan Industry Challenge Partner, para peserta ditantang menghasilkan solusi atas permasalahan nyata industri pada bidang Digital Trust dan Autonomous Systems.
Riza mengatakan kolaborasi Kementerian UMKM dan UI juga membuka akses yang lebih luas bagi para wirausaha binaan kedua pihak untuk memanfaatkan program pengembangan usaha yang tersedia.
Binaan UI dan STP UI akan memperoleh akses terhadap berbagai program, mulai dari pendampingan bisnis, validasi usaha, jejaring praktisi industri, hingga Bursa Wirausaha Unggulan.
Sebaliknya, wirausaha binaan Kementerian UMKM berkesempatan mengikuti program UI Incubate serta mengakses jejaring akademisi dan mentor hingga peluang pendanaan yang dapat mendukung pengembangan usahanya.
“Dengan skema tersebut, kerja sama tidak hanya mempertemukan ekosistem akademik dan kewirausahaan, tetapi juga membuka jalur bagi inovator untuk menguji gagasan, mengembangkan model bisnis, memperluas jejaring, dan membawa inovasi lebih dekat dengan kebutuhan pasar,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Hackathon UI 2026 oleh Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik bersama Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI Chairul Hudaya, serta Division Head of Synergy & Innovation BNI Ventures Indra Jatmiko.
Kementerian UMKM berharap kemitraan dengan UI dapat memperluas ruang tumbuh bagi wirausaha berbasis teknologi dan inovasi sehingga mampu membangun usaha yang berdaya saing sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat Indonesia. (her)















