INDOPOSCO.ID – Lulusan SMA dan SMK yang masih mendominasi angka pengangguran menjadi tantangan serius di sektor ketenagakerjaan. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuka peluang kerja bagi puluhan ribu lulusan sekolah menengah dari keluarga prasejahtera, melalui perluasan program pemberdayaan usaha ultra mikro.
“Saat ini lebih dari 70 ribu tenaga kerja di seluruh Indonesia terserap program ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari 43 ribu merupakan lulusan SMA/SMK sederajat, sementara sekitar 88 persen tenaga kerja yang direkrut adalah perempuan,” ungkap Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria dalam keterangan, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, perluasan kesempatan kerja tersebut sejalan dengan bertambahnya jumlah nasabah PNM Mekaar yang membutuhkan pendampingan di lapangan. Para lulusan SMA/SMK tersebut direkrut sebagai tenaga pendamping sekaligus menjadi ujung tombak pemberdayaan jutaan perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.
Ia mengatakan, penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akan memberikan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja hingga meningkatkan daya saing Indonesia.
Menurutnya, transformasi BUMN juga harus tetap mengedepankan perlindungan pegawai dan menjaga hubungan industrial yang sehat.
Sementara itu, Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan penciptaan lapangan kerja merupakan bagian dari misi pemberdayaan perusahaan.
Ia mengatakan, sejak bergabung dalam ekosistem Danantara, PNM tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, tetapi juga membuka kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi generasi muda.
“Ketika usaha ultra mikro berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Peluang tersebut banyak diisi oleh lulusan SMA dari keluarga prasejahtera yang sebelumnya memiliki akses kerja yang terbatas,” katanya.
Karena itu, lanjutnya, pemberdayaan yang PNM lakukan tidak hanya melahirkan pengusaha yang lebih mandiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan kesejahteraan di tingkat komunitas.
Selain memperoleh pekerjaan formal, masih ujar dia, para tenaga pendamping juga mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi, membangun jenjang karier, hingga melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa yang disediakan PNM.
“Dampak pembiayaan tidak berhenti pada penambahan modal usaha. Pertumbuhan usaha para nasabah dinilai mampu menggerakkan ekonomi keluarga, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas manfaat ekonomi di masyarakat,” ujarnya. (nas)




















