INDOPOSCO.ID – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mengungkapkan empat Anak Buah Kapal (ABK) yang berlayar ke Somalia sempat menjadi suspek Hantavirus. Data itu tercatat di fasilitas layanan kesehatan pada 13 Mei 2026.
“RSUD Cengkareng melaporkan dugaan kasus suspek Hanta sebanyak empat orang yang merupakan ABK yang berlayar ke Somalia,” kata Kepala Sudinkes Jakbar Sahruna saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Keempat ABK itu telah diperbolehkan pulang, setelah hasil pemeriksaannya dinyatakan negatif. “Hasil pemeriksaan dari empat suspek tersebut adalah negatif untuk pemeriksaan Hantavirus, Yellow fever dan Malaria,” ujar Sahruna.
“Kondisi saat ini, pasien sudah tidak bergejala dan diziinkan pulang,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan, mulai mencuci tangan dengan sabun dan menerapkan etika batuk dan bersin.
“Kemudian hindari kontak langsung dengan rodensia yang terinfeksi (tikus/ celurut) melalui gigitan, ekskresi dan sekresi (air liur, urin, feses) atau melalui inhalasi aerosol,” tutur Sahruna.
Lebih lanjut, masyarakat diminta menjaga kebersihan area tempat tinggal dan tempat kerja, serta menyimpan makanan atau minuman dengan tertutup dan aman.
“Terakhir, tutup semua lubang baik di dalam maupun di luar rumah dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit virus Hanta,” imbuh Sahruna.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengonfirmasi adanya tiga kasus positif Hantavirus di ibu kota sepanjang tahun 2026, serta enam orang lainnya berstatus suspek yang masih dalam pengawasan intensif. (dan)










