INDOPOSCO.ID – Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menegaskan Lionel Messi akan tetap menjadi pemain terbaik dunia selama sang kapten memiliki keinginan bermain, sekaligus menepis keraguan publik terkait usianya yang telah menginjak 39 tahun di Piala Dunia 2026.
Menurutnya, selama Messi memiliki kehendak untuk bermain, standar permainannya akan tetap berada di level tertinggi yang sulit dijangkau pemain lain.
“Mungkin orang-orang yang tidak mengenalnya mengira bahwa di usia 39 tahun dia tidak akan berada di level ini, tapi saya tidak tahu sudah berapa kali saya mengatakannya: selama dia mau, dia akan tetap yang terbaik. Saya berpikir demikian, dan bukan karena saya pelatihnya,” kata Lionel Scaloni seperti dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (11/7/2026).
Messi memainkan peran penting dalam perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Dengan torehan delapan gol dari lima pertandingan, ia menempel ketat Kylian Mbappe (Prancis) yang bermain satu laga lebih banyak dalam perebutan Sepatu Emas.
Messi juga menginspirasi kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar, dan kini menjadi pencetak gol terbanyak dalam sejarah Piala Dunia, dengan 21 gol sepanjang kariernya.
Saat menghadapi tim Afrika Utara tersebut, bintang Argentina itu mencetak satu gol dan memberikan assist kepada Cristian Romero setelah timnya tertinggal 2-0 dengan sisa 11 menit pertandingan.
Penyerang Inter Miami itu tiba di Piala Dunia keenamnya di tengah pertanyaan mengenai kebugarannya setelah baru saja pulih dari cedera otot. “Leo berlari kurang lebih sama di setiap pertandingan,” ujar Scaloni.
“Secara fisik, memang benar bahwa ia telah melakukan persiapan bersama pelatih kebugarannya, dan hal itu membuahkan hasil, saya tidak tahu apakah ia telah berubah begitu banyak,” tambahnya.
Argentina akan menghadapi Swiss di babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Scaloni memuji lawan mereka, yang berhasil lolos ke delapan besar untuk pertama kalinya dalam 72 tahun setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti usai pertandingan berakhir imbang tanpa gol. “Tidak ada lawan yang mudah, kita semua tahu itu,” ujar Scaloni.
“Mereka adalah tim yang sangat bagus. Mereka bersaing dengan tim-tim nasional terbaik dan selalu berhasil lolos,” tambahnya. (dan)


















