INDOPOSCO.ID – Inggris datang ke perempatfinal Piala Dunia 2026 dengan bekal yang tak dimiliki Norwegia, pengalaman menghadapi tekanan di fase gugur. Modal itulah yang diyakini menjadi salah satu kekuatan utama skuad asuhan Thomas Tuchel saat menantang Norwegia di Miami Stadium, Miami Gardens, Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB.
Kepercayaan diri Inggris semakin meningkat setelah sukses melewati hadangan Meksiko pada babak sebelumnya. Kini, target berikutnya adalah mengamankan tiket menuju semifinal Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam kurun delapan tahun terakhir.
Bagi Tuchel, laga ini juga memiliki arti tersendiri. Pelatih asal Jerman itu akan menjalani perempatfinal Piala Dunia ketiga secara beruntun. Pada edisi 2018 ia berhasil membawa timnya melewati Swedia, sedangkan pada 2022 langkahnya terhenti setelah dikalahkan Prancis.
Tradisi Inggris di fase delapan besar juga cukup mengesankan. Tiga Singa selalu berhasil mencapai perempatfinal dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Pada 2018 mereka menumbangkan Swedia sebelum akhirnya dihentikan Kroasia di semifinal, sementara pada 2022 perjalanan mereka kandas di tangan Prancis.
Sejumlah pemain senior seperti Jordan Pickford, John Stones, Jordan Henderson, Marcus Rashford, dan Harry Kane pernah merasakan perjalanan hingga semifinal pada 2018. Selain itu, delapan anggota skuad saat ini juga menjadi bagian dari tim Gareth Southgate yang tampil di Piala Dunia 2022.
Berbeda dengan Inggris, Norwegia justru sedang menikmati sejarah baru. Tim berjuluk Vikings itu berhasil mencapai perempatfinal Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah kembali tampil di putaran final sejak edisi 1998.
Bek muda Inggris, Nico O’Reilly, menilai pengalaman para pemain senior menjadi nilai tambah yang sangat penting menjelang pertandingan besar tersebut.
“Kami memiliki banyak pemain yang pernah berada dalam situasi seperti ini, di perempatfinal sebelumnya,” kata O’Reilly dikutip dari laman resmi Asosiasi Sepak Bola Inggris (England Football), Jumat (10/7/2026).
Menurut pemain berusia 21 tahun itu, para pemain senior terus memberikan arahan agar seluruh anggota tim mampu menjaga fokus saat tekanan semakin besar.
“Banyak pemain berpengalaman dan senior dan tentu saja mereka membantu kami. Mereka memberi kami nasihat, menyuruh kami untuk tetap tenang, dan membantu kami di mana pun mereka bisa,” sambungnya.
Salah satu sosok yang paling berpengaruh di ruang ganti, menurut O’Reilly, adalah sang kapten Harry Kane. Penyerang veteran tersebut dinilai bukan hanya menjadi andalan di lapangan, tetapi juga figur yang mampu menjaga standar permainan seluruh tim.
“Dia pemain kelas dunia dan juga orang yang sangat baik. Dia memotivasi kami di lapangan, di luar lapangan. Dia mendorong standar dan menetapkan standar. Dia luar biasa untuk berada di tim,” jelas pemain Manchester City itu.
Bagi O’Reilly sendiri, turnamen ini menjadi pengalaman internasional terbesar sepanjang kariernya. Meski baru berusia 21 tahun, ia sudah tampil dalam seluruh lima pertandingan Inggris di Piala Dunia 2026, termasuk empat kali sebagai starter.
Kesempatan itu diakuinya menjadi kebanggaan tersendiri karena bisa membela negaranya di panggung sepak bola paling bergengsi.
“Ini membuat saya merasa bangga. Ini adalah hak istimewa dan kehormatan untuk bermain untuk negara saya, mewakili dan mengenakan lencana ini, dan menunjukkan apa yang bisa saya lakukan serta mencoba melakukan yang terbaik di setiap sesi latihan dan setiap pertandingan,” tambahnya.
Kini, pengalaman para pemain senior dipadukan dengan energi para pemain muda akan menjadi modal utama Inggris untuk menghadapi Norwegia yang tengah berusaha melanjutkan kisah bersejarahnya di Piala Dunia 2026. (her)
















