INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengirim sinyal kuat kepada perusahaan aplikator transportasi daring dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026). Di hadapan ribuan buruh, ia secara terbuka menyatakan keberpihakannya kepada para pengemudi ojek online (ojol), terutama soal pembagian tarif.
Dengan gaya khas yang lugas, Prabowo memancing respons massa sebelum menyampaikan sikap tegasnya. Ia menyoroti besaran potongan yang selama ini dibebankan kepada pengemudi oleh aplikator.
“Kalian minta 10 persen ya? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen,” kata Prabowo, disambut riuh dukungan dari peserta aksi.
Nada pidatonya kemudian meningkat, menegaskan ketimpangan yang menurutnya tidak adil bagi para pengemudi yang bekerja di lapangan.
“Enak aje, lo (driver ojol) yang keringat, dia (aplikator) yang dapat duit, sorry aje. Kalau nggak mau ikut kita, nggak usah berusaha di Indonesia,” lanjutnya.
Tak hanya berhenti pada wacana, Prabowo juga menegaskan langkah konkret pemerintah. Ia mengungkap telah menandatangani regulasi baru yang memberi perlindungan lebih luas bagi pekerja transportasi online, termasuk jaminan sosial dan skema pembagian pendapatan yang lebih berpihak.
“Tadi saya bicara harus diberi jaminan kecelakaan kerja, akan diberikan BPJS kesehatan juga pembagian pendapatan dari 80 persen untuk pengemudi, sekarang menjadi minimal 92 persen untuk pengemudi,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mempertegas arah kebijakan pemerintah yang ingin mendorong keseimbangan antara inovasi ekonomi digital dan keadilan bagi para pekerja di dalamnya. (her)










