• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 10 Juni 2026 - 12:12
in Megapolitan
tj

Ilustrasi - Wacana penyesuaian tarif TransJakarta kembali mengemuka di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan transportasi publik di ibu kota. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Wacana penyesuaian tarif TransJakarta kembali mencuat seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan transportasi publik di Ibu Kota. Di tengah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat layanan transportasi massal yang terintegrasi, penyesuaian tarif dinilai menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan untuk menjaga keberlanjutan layanan sekaligus mengurangi beban subsidi daerah.

Pengamat kebijakan kota, Zulfikar Marikar, menilai kajian terhadap tarif TransJakarta merupakan langkah yang wajar mengingat tarif layanan tersebut hampir tidak mengalami perubahan signifikan sejak pertama kali diberlakukan pada tahun 2005.

BacaJuga:

Truk Terguling di Flyover Pesing, Dishub DKI Urai Kepadatan Arus Lalin

Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

Pemprov Jakarta Sasar Parkir Liar di 15 Titik Rawan, OCP hingga Penderekan Diterapkan

“Sudah lebih dari dua dekade tarif TransJakarta tidak mengalami penyesuaian. Sementara biaya operasional terus meningkat dan kualitas layanan terus berkembang,” ujar Zulfikar melalui gawai, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, jika dibandingkan dengan berbagai layanan transportasi publik di kota-kota besar Asia Tenggara, tarif TransJakarta saat ini masih tergolong sangat rendah. Kondisi tersebut membuat ketergantungan terhadap subsidi pemerintah terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun 2026, pemerintah mengalokasikan subsidi sebesar Rp3,75 triliun untuk mendukung operasional TransJakarta. Angka tersebut setara sekitar 4,6 persen dari total APBD DKI Jakarta yang mencapai Rp81,32 triliun.

Di sisi lain, kebutuhan biaya operasional terus bertambah seiring ekspansi layanan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Penambahan armada, perluasan koridor, integrasi antarmoda, pengembangan layanan TransJabodetabek, hingga penerapan sistem pembayaran digital menjadi faktor yang mendorong peningkatan kebutuhan anggaran.

Meski demikian, perkembangan tersebut juga berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan. Pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, TransJakarta terus memperluas jangkauan layanan serta memperkuat integrasi transportasi publik di kawasan metropolitan.

“Hasilnya, jumlah pengguna TransJakarta kini mencapai sekitar 1,4 juta penumpang per hari. Angka tersebut menunjukkan bahwa TransJakarta tidak lagi sekadar menjadi moda transportasi alternatif, melainkan telah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat Jakarta dan wilayah sekitarnya,” jelas Zulfikar.

Selain melayani perjalanan dalam wilayah Jakarta, TransJakarta juga mengoperasikan berbagai rute yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, dan Tangerang Selatan melalui layanan TransJabodetabek.

Zulfikar menilai peningkatan kualitas layanan dan tingginya jumlah pengguna menjadi dasar yang cukup kuat untuk mempertimbangkan penyesuaian tarif secara bertahap dan terukur.

“Penyesuaian tarif perlu dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik dan penguatan fiskal daerah, bukan semata-mata sebagai beban tambahan bagi masyarakat,” tuturnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan penyesuaian tarif harus tetap mempertimbangkan aspek keadilan sosial dan perlindungan bagi kelompok rentan.

Menurut Zulfikar, program layanan gratis bagi 15 kelompok masyarakat sebagaimana diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2025 perlu dipertahankan agar subsidi tetap tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kebijakan subsidi sebaiknya lebih difokuskan kepada kelompok prioritas. Dengan begitu, keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan akses transportasi publik yang terjangkau dapat tetap terjaga,” teranhg Zulfikar.

Ia menjelaskan, semakin besar alokasi APBD yang digunakan untuk menutup biaya operasional transportasi publik, semakin terbatas pula ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai sektor-sektor strategis lainnya seperti pendidikan, kesehatan, pengendalian banjir, hingga pembangunan infrastruktur.

Karena itu, menurutnya, Jakarta membutuhkan sistem transportasi publik yang tidak hanya terjangkau bagi masyarakat, tetapi juga sehat secara finansial dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Jakarta membutuhkan transportasi publik yang modern, andal, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan itu, diperlukan kebijakan pembiayaan yang sehat sehingga kualitas layanan dapat terus ditingkatkan dalam jangka panjang,” kata Zulfikar.

Ia menambahkan, rencana penyesuaian tarif TransJakarta layak dibahas secara serius dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat, kualitas layanan yang diterima pengguna, serta kemampuan fiskal daerah. Proses pengambilan kebijakan juga perlu dilakukan secara terbuka dan transparan agar masyarakat memahami alasan serta tujuan dari kebijakan tersebut.

“Yang terpenting adalah keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan urgensi kebijakan. Jika dilakukan secara bertahap, terukur, dan tetap melindungi kelompok rentan, penyesuaian tarif bukan sesuatu yang perlu ditakuti,” tutupnya. (her)

Tags: Mobilitas WargaTarif TransjakartaTransJakarta

Berita Terkait.

truk
Megapolitan

Truk Terguling di Flyover Pesing, Dishub DKI Urai Kepadatan Arus Lalin

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:51
suyudi
Megapolitan

Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:21
sudin
Megapolitan

Pemprov Jakarta Sasar Parkir Liar di 15 Titik Rawan, OCP hingga Penderekan Diterapkan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:18
cuaca
Megapolitan

Cuaca di Jakarta Cenderung Berawan Sepanjang Hari Ini

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:07
suhud
Megapolitan

Fiskal Jakarta Tertekan, DPRD Pastikan KJP hingga Subsidi Pangan Masuk Zona Aman

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:05
udin
Megapolitan

Resmi Pimpin DPRD DKI, Suhud Alynudin Serukan Era Baru Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 20:22

BERITA POPULER

  • Timnas-U19

    Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2226 shares
    Share 890 Tweet 557
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1127 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1419 shares
    Share 568 Tweet 355
  • Prakiraan Cuaca Jakarta Didominasi Berawan, Potensi Hujan di Jakbar dan Kepulauan Seribu

    853 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.