• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Nasuha Editor Nasuha
Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05
in Headline
Obat

Ilustrasi obat-obatan. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali memunculkan kekhawatiran terhadap sektor kesehatan nasional. Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi kenaikan harga hingga gangguan pasokan obat akibat tingginya ketergantungan industri farmasi terhadap bahan baku impor.

Peringatan ini disampaikan Netty menyusul pengakuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai tekanan yang dihadapi industri farmasi dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya harga bahan baku obat yang sebagian besar masih didatangkan dari luar negeri.

BacaJuga:

Imbas Temuan 995 Senjata hingga Narkoba, Sekolah YHI-PP Terapkan PJJ

Bromo Wildfire Still Burning, BNPB: More Than 176 Hectares of Land Affected

Duh Karhutla Gunung Bromo Belum Padam, BNPB: Lebih dari 176 Ha Lahan Terbakar

“Obat merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah harus memastikan tekanan ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar tidak berujung pada kenaikan harga yang memberatkan masyarakat atau bahkan menimbulkan kelangkaan obat,” kata Netty dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Netty mengapresiasi langkah BPOM yang memberikan kemudahan serta pendampingan kepada industri farmasi dalam mencari alternatif sumber bahan baku dari negara lain guna menjaga keberlangsungan produksi obat.

Meski demikian, menurut politisi PKS tersebut, upaya tersebut masih bersifat jangka pendek. Ia menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah yang lebih strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku obat.

“Persoalan yang kita hadapi saat ini menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap bahan baku impor masih menjadi titik lemah sistem farmasi nasional. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat kemandirian industri farmasi dalam negeri,” ujarnya.

Netty menekankan pentingnya penguatan ekosistem industri bahan baku obat nasional. Langkah itu meliputi pengembangan riset, peningkatan investasi, pemberian insentif industri, hingga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku usaha.

Menurutnya, ketahanan kesehatan nasional tidak hanya ditentukan oleh jumlah fasilitas kesehatan maupun tenaga medis, tetapi juga kemampuan negara dalam menjamin ketersediaan obat yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

“Ketahanan kesehatan nasional juga ditentukan oleh kemampuan negara menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan terjangkau bagi rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Netty mengingatkan agar berbagai kebijakan relaksasi dan percepatan perizinan yang diberikan kepada industri farmasi tetap mengedepankan aspek keamanan, mutu, serta khasiat produk.

“Jangan sampai upaya menjaga pasokan justru mengurangi standar kualitas. Keselamatan pasien harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah melakukan pemantauan secara berkala terhadap harga dan ketersediaan obat-obatan esensial di rumah sakit, puskesmas, maupun apotek. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak menjadi korban gejolak ekonomi global dan gangguan rantai pasok internasional.

“Kita harus belajar dari berbagai krisis sebelumnya. Ketika pasokan terganggu, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat, terutama kelompok rentan dan pasien yang bergantung pada obat rutin setiap hari,” tuturnya.

Netty berharap kondisi pelemahan rupiah saat ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan farmasi nasional. Dengan demikian, Indonesia tidak terus-menerus rentan terhadap gejolak ekonomi maupun gangguan rantai pasok global.

“Jangan sampai setiap kali rupiah melemah atau terjadi konflik global, masyarakat kembali dihantui kenaikan harga dan ancaman kelangkaan obat. Kemandirian farmasi harus menjadi agenda strategis nasional,” pungkasnya.(nas)

Tags: ASdollarDPR RInilai tukarrupiah

Berita Terkait.

yhi
Headline

Imbas Temuan 995 Senjata hingga Narkoba, Sekolah YHI-PP Terapkan PJJ

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:02
Kebakaran
Headline

Bromo Wildfire Still Burning, BNPB: More Than 176 Hectares of Land Affected

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:27
Karhutla
Headline

Duh Karhutla Gunung Bromo Belum Padam, BNPB: Lebih dari 176 Ha Lahan Terbakar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:27
Karhutla
Headline

60 Hektare Bromo Terdampak Kebakaran, DPR Soroti Lemahnya Antisipasi Karhutla

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:04
Messi
Headline

Ayah Lionel Messi Meninggal Dunia, Real Madrid Sampaikan Ucapan Duka

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:11
amin
Headline

Ma’ruf Amin Ungkap Kriteria Pemimpin Ideal NU: Harus Bisa Mendamaikan dan Kembalikan Khittah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:24

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2201 shares
    Share 880 Tweet 550
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.