• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hari Kartini 2026, DPR RI Minta Pemerintah Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 April 2026 - 12:02
in Nasional
permata hati

Kemeriahan anak-anak TK Permatahati saat peringatan Hari Kartini. Nasuha - INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peringatan Hari Kartini setiap 21 April tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Harus menjadi refleksi negara menghadirkan pelindungan nyata bagi perempuan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher melalui gawai, Selasa (21/4/2026). Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini masih sangat relevan, terutama dalam isu pendidikan, kesehatan, serta pelindungan perempuan dan anak.

BacaJuga:

Waspada di Balik Kebaikan, Eks Kepala BNPT Ingatkan Bahaya Intervensi Asing

Komisi X DPR Pastikan Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas dalam Revisi RUU Sisdiknas

Usai Disahkan, Komisi IX Siap Kawal Aturan Turunan UU PPRT

“Kartini memperjuangkan hak perempuan untuk berpikir, belajar, dan hidup bermartabat,” ujarnya.

“Hari ini, semangat itu harus kita lanjutkan dengan memastikan perempuan Indonesia terlindungi dari kekerasan dan mendapatkan akses yang adil terhadap pendidikan dan layanan kesehatan,” sambung Netty.

Ia menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan yang menjadi alarm serius bagi semua pihak.

“Kekerasan seksual bukan hanya melukai fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan korban. Negara harus memastikan sistem pelindungan yang kuat, mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pemulihan korban,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung persoalan pekerja migran perempuan yang terpaksa meninggalkan keluarga demi bertahan hidup. Kondisi ini, menurutnya, seringkali berdampak pada pengasuhan anak yang tidak optimal karena kurangnya daya dukung.

“Banyak perempuan berstatus ibu yang harus bekerja ke luar negeri karena desakan ekonomi,” katanya.

“Dengan kultur pengasuhan anak di keluarga Indonesia yang sebagian besarnya dibebankan pada Ibu, maka anak-anak mereka berisiko mengalami kurangnya pengasuhan. Hal ini tentu saja berdampak pada tumbuh kembangnya,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah memberikan perhatian pada anak-anak dari keluarga Ibu sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia) melalui taman pengasuhan berbasis masyarakat serta edukasi yang melibatkan para ayah dalam pengasuhan anak-anak.

Netty menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada penguatan ekonomi keluarga. “Jika tersedia peluang ekonomi yang luas, tentunya perempuan dengan anak-anak yang masih butuh perhatian tidak harus pergi jauh sebagai PMI,” ujarnya.

Di sisi kesehatan, Netty juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap gangguan kesehatan jiwa pada ibu, yang dalam beberapa kasus ekstrem dapat berdampak pada keselamatan anak.

“Kesehatan mental ibu adalah fondasi penting dalam keluarga. Jika tidak ditangani dengan baik, dampaknya bisa sangat serius, bahkan mengancam keselamatan anak,” jelasnya.

Ia mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa yang lebih mudah diakses, khususnya bagi para ibu. Dan peningkatan edukasi masyarakat, agar isu ini tidak lagi dianggap tabu.

“Layanan kesehatan mental harus menjadi bagian integral dari sistem kesehatan kita, terutama untuk ibu dan anak,” tegasnya.

“Perjuangan Kartini hari ini harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berpihak pada perempuan dan anak,” imbuhnya. (nas)

Tags: anakDPR RIHari Kartini 2026pemerintahperempuan

Berita Terkait.

Boy-Rafli-Amar
Nasional

Waspada di Balik Kebaikan, Eks Kepala BNPT Ingatkan Bahaya Intervensi Asing

Jumat, 24 April 2026 - 05:09
Hetifah-Sjaifudian
Nasional

Komisi X DPR Pastikan Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas dalam Revisi RUU Sisdiknas

Jumat, 24 April 2026 - 04:28
CH
Nasional

Usai Disahkan, Komisi IX Siap Kawal Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 24 April 2026 - 02:16
bridgestone
Nasional

50 Tahun Berkarya, Bridgestone Indonesia Raih Dua Penghargaan Bergengsi dan Perkuat Kepercayaan Konsumen

Kamis, 23 April 2026 - 23:33
sidang
Nasional

DPD RI: IHPS II 2025 BPK, Harus Jadi Perbaikan Nyata Bukan Sekadar Catatan

Kamis, 23 April 2026 - 22:02
Rapat
Nasional

PLN Energi Gas Perkuat SDM Lokal Lewat Sertifikasi K3, Peluang Kerja Kian Terbuka

Kamis, 23 April 2026 - 21:01

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1326 shares
    Share 530 Tweet 332
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    909 shares
    Share 364 Tweet 227
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    805 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    689 shares
    Share 276 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.