INDOPOSCO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong lahirnya generasi wirausaha muda berorientasi ekspor melalui Program Campuspreneur 2026. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) menegaskan, lulusan perguruan tinggi tidak hanya harus siap menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha dan eksportir yang mampu menembus pasar global.
Menurut Busan, peluang ekspor Indonesia masih terbuka luas meski dunia menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Karena itu, mahasiswa perlu didorong untuk memanfaatkan peluang tersebut sejak masih berada di bangku kuliah.
“Kami ingin mahasiswa setelah lulus tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pengusaha dan eksportir. Program Campuspreneur bersinergi dengan perguruan tinggi melalui pelatihan, pendampingan hingga business matching agar produk potensial dari kampus bisa masuk pasar domestik maupun ekspor,” ujarnya.
Kemendag, dikatakan dia, menyiapkan ruang promosi khusus bagi peserta serta memfasilitasi kegiatan pitching dan business matching agar produk inovatif karya mahasiswa dapat dipertemukan langsung dengan ribuan calon pembeli dari berbagai negara.
Busan menjelaskan capaian program fasilitasi ekspor yang telah dijalankan Kemendag. Sepanjang 2025, Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) mencatat transaksi ekspor sebesar USD 134,87 juta atau lebih dari Rp2 triliun.
Sementara pada periode Januari hingga Mei 2026, nilai transaksi yang berhasil dibukukan telah mencapai USD 193,88 juta. “Sebagian pelaku usaha yang kami fasilitasi merupakan eksportir baru yang sebelumnya belum pernah masuk pasar internasional. Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha pemula, termasuk mahasiswa dan startup kampus, memiliki peluang besar menembus pasar global,” kata Mendag.
Ia menambahkan, Kemendag membuka akses pasar melalui 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara. Dan mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang guna memperluas akses produk Indonesia ke pasar internasional. (nas)










