• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Percepat Penanganan Stunting, Pemerintah Fokuskan MBG dan Penataan SPPG di Daerah Prioritas

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 30 Juli 2026 - 12:24
in Nasional
Wihaji

Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (29/07/2026), yang turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd (sedang paparan). Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penanganan stunting tidak hanya berbicara soal menurunkan angka, tetapi memastikan anak Indonesia mendapatkan asupan gizi terbaik. Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah mempercepat intervensi gizi dengan memprioritaskan wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terluar), wilayah dengan stunting tinggi, memperkuat ketepatan sasaran penerima manfaat, dan memastikan standar layanan berjalan optimal. Strategi tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (29/07/2026), yang turut dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd.

Pemerintah mempercepat penataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di daerah 3T dengan prevalensi stunting tinggi. Lima provinsi menjadi prioritas intervensi, yakni Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, dan Papua Tengah, agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain memperkuat pendataan penerima manfaat, pemerintah juga akan menyempurnakan regulasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan tepat sasaran. “Tadi digambarkan ada beberapa daerah dengan stunting tinggi, itu dapat kartu merah, kita prioritaskan. Kita akan segera selesaikan dalam satu bulan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M.

BacaJuga:

Komisi III Desak Kapolri Usut Dugaan Pelanggaran Prosedur Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo

DPR Minta LPSK Turun Tangan, Santriwati Sukoharjo Diduga Trauma Pascapenggerebekan Aparat

Gelombang Pertama TKA 2026 Tuntas, 1,6 Juta Murid SMA/SMK Ikut Ujian

Komitmen untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran juga ditegaskan Mendukbangga/Kepala BKKBN. Menurut Menteri Wihaji, refocusing penerima manfaat MBG harus dilakukan secara cermat agar intervensi yang diberikan benar-benar menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Mulai dari penentuan wilayah prioritas, kategori penerima manfaat, hingga standar menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi, seluruhnya harus dipastikan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Kemendukbangga/BKKBN siap mendukung melalui kewenangannya dalam pendistribusian MBG bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Hingga saat ini, sekitar 128 ribu Tim Pendamping Keluarga (TPK) telah bergerak mendistribusikan MBG kepada kelompok sasaran di berbagai daerah. Menteri Wihaji juga menyetujui penyelarasan data penerima manfaat bersama kementerian/lembaga terkait agar bantuan diterima secara tepat sasaran, sekaligus mendukung percepatan pembangunan SPPG di wilayah 3T dengan prevalensi stunting tinggi. “Segera negara hadir di titik titik tertentu, seperti NTT yang stuntingnya agak lumayan,” tegas Menteri Wihaji.

Fokus pemerintah tersebut sejalan dengan kondisi gizi nasional yang masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 112 juta penduduk dari empat desil terbawah masih mengalami kekurangan gizi. Di sisi lain, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting nasional berada pada angka 19,8 persen. Karena itu, keberhasilan Program MBG tidak cukup diukur dari banyaknya makanan yang tersalurkan, tetapi juga dari dampak nyata terhadap peningkatan status gizi masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Untuk memastikan tujuan tersebut tercapai, pelaksanaan MBG akan diperkuat melalui sistem pengawasan yang terintegrasi. Seluruh SPPG didorong menjalankan standar operasional secara konsisten agar mutu makanan, kecukupan gizi, dan keamanan pangan tetap terjaga. Setiap SPPG juga diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan kebersihan, keamanan, dan kelayakan konsumsi makanan bagi anak-anak maupun kelompok rentan. Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA. menyebutkan, ”Trust is good, control is better untuk memastikan SPPG dan semua tim dapur memastikan menu bagus, gizi cukup, dan diterima dengan baik oleh penerima manfaat.”

Kolaborasi antar kementerian dan lembaga menjadi fondasi penting agar seluruh tahapan pelaksanaan MBG berjalan selaras, mulai dari penetapan sasaran penerima manfaat, pembangunan SPPG, distribusi makanan bergizi, hingga pengawasan kualitas layanan. Dengan dukungan data yang semakin terpadu dan tata kelola yang semakin kuat, pemerintah optimistis program ini mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Bagi Kemendukbangga/BKKBN, keberhasilan Program MBG merupakan bagian penting dari upaya membangun keluarga berkualitas sejak awal kehidupan. Melalui distribusi MBG bagi kelompok 3B, pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga, serta dukungan terhadap percepatan pembangunan SPPG di daerah dengan prevalensi stunting tinggi, Kemendukbangga/BKKBN terus memastikan negara hadir untuk melindungi masa depan anak Indonesia. Sebab, pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan bukan sekadar program, melainkan fondasi utama untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(ney)

Tags: bkkbnKemendukbanggambgSPPGstunting

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Nasional

Komisi III Desak Kapolri Usut Dugaan Pelanggaran Prosedur Penggeledahan Pesantren di Sukoharjo

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:05
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Nasional

DPR Minta LPSK Turun Tangan, Santriwati Sukoharjo Diduga Trauma Pascapenggerebekan Aparat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:16
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Nasional

Gelombang Pertama TKA 2026 Tuntas, 1,6 Juta Murid SMA/SMK Ikut Ujian

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:02
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada
Nasional

Kemnaker Benahi Pengawasan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Jadi Prioritas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:03
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Nasional

Sari Bukan Mahasiswi UBSI, Akui Almamater Didapat dari Orang Tak Dikenal

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:33
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Nasional

Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:10

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5157 shares
    Share 2063 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.