INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan Eco Hex Brick, material konstruksi berbahan limbah plastik yang difungsikan sebagai alat penahan ombak (APO) semipermeabel untuk membantu mengatasi abrasi sekaligus mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir.
Inovasi tersebut dirancang tidak sekadar menjadi penghalang gelombang. Struktur Eco Hex Brick memungkinkan terbentuknya sedimentasi di belakang bangunan yang selanjutnya dapat menjadi media tumbuh mangrove.
Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) BRIN Akbar H. Dawam A. mengatakan, inovasi ini relevan dengan upaya adaptasi perubahan iklim, khususnya dalam menghadapi abrasi di kawasan pantai.
“Material ini menarik karena tidak hanya memanfaatkan limbah plastik, tetapi juga dirancang untuk dikombinasikan dengan mangrove. Hal ini sebagai solusi penanganan abrasi yang lebih natural, bukan semata mengandalkan struktur beton,” ujarnya dalam Webinar Product Knowledge Seri ke-6 PRBB BRIN, Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan, Eco Hex Brick dikembangkan untuk menjawab dua persoalan lingkungan sekaligus, yakni meningkatnya timbulan sampah plastik dan meluasnya kawasan pesisir yang terdampak abrasi.
Inventor Eco Hex Brick sekaligus Periset PRBB BRIN Deni Purnomo menjelaskan, material tersebut memanfaatkan limbah plastik yang selama ini tidak memiliki nilai ekonomi, seperti plastik multilayer dan plastik campuran.
Ia mengatakan, proses pembuatannya limbah plastik dicacah dan dilelehkan, kemudian dicampur dengan agregat pasir halus sebelum dicetak menjadi bata berbentuk heksagonal dengan sistem interlock.
“Riset ini mencoba mengubah limbah plastik yang selama ini tidak memiliki nilai jual menjadi material yang memiliki fungsi dan kegunaan bagi masyarakat, khususnya untuk rehabilitasi kawasan pesisir,” kata Deni.
Diketahui, dari hasil pengujian laboratorium, formulasi tertentu Eco Hex Brick memiliki kekuatan tekan yang mendekati mutu beton K-300. Pengujian degradasi dan paparan sinar ultraviolet juga menunjukkan ketahanan material yang dinilai baik untuk penggunaan di lingkungan pesisir.
Salah satu lokasi penerapan inovasi tersebut berada di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Kawasan itu dipilih sebagai lokasi pilot project karena mengalami abrasi cukup parah hingga berdampak pada permukiman, jalan, dan lahan pertanian.
Berbeda dengan struktur penahan pantai yang masif, Eco Hex Brick bersifat semipermeabel sehingga berfungsi memecah energi gelombang tanpa sepenuhnya menghalangi pergerakan air.
Struktur tersebut juga memungkinkan sedimentasi terbentuk di belakang penahan ombak. Sedimentasi ini diharapkan menjadi media untuk penanaman dan pertumbuhan mangrove sehingga terbentuk perlindungan alami bagi kawasan pesisir. (nas)















