INDOPOSCO.ID – Tim SAR kembali memperkuat dukungan udara untuk mencari delapan korban hilang di Perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, dengan menerjunkan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604.
Helikopter HR-3604 lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja (ATS), Bogor, pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Pantai Carita pukul 09.05 WIB, Sabtu (12/9/2026).
Helikopter tersebut selanjutnya disiagakan di Pantai Carita untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR, khususnya memperluas jangkauan pemantauan dari udara terhadap wilayah pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Perairan Selat Sunda.
Helikopter HR-3604 membawa enam orang crew on board, terdiri dari Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak terdapat penumpang dalam penerbangan tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, dukungan udara menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan pencarian, terutama untuk menjangkau wilayah yang luas dan melakukan pemantauan dari perspektif yang berbeda.
“Pengerahan Helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pencarian melalui udara,” kata Al Amrad dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Ia menambahkan, seluruh unsur SAR Gabungan terus bergerak sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan personel.
“Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi,” ujar Al Amrad.
Delapan orang yang masih berstatus dalam pencarian terdiri atas Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; Surakman, 60 tahun, ABK; Heriyanto, 49 tahun, guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.(dan)















