INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut satuan tugas (Satgas) Darat mampu memadamkan lebih dari 100 hektare lahan terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setiap hari di Kalimantan Tengah.
“Sinergi personel di darat dan dukungan operasi udara kami terus diperkuat untuk pemadaman karhutla, terutama di wilayah gambut,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan, Sabtu (12/9/2026).
Ia mengatakan, Satgas Darat yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan menjadi garda utama dalam pemadaman karhutla terutama di wilayah gambut.
“Sinergi dan kinerja Satgas Darat di Kalimantan sangat luar biasa. Di Kalimantan Tengah sendiri, per hari ini Satgas berhasil memadamkan 71,2 hektare sisa lahan terbakar,” kata Suharyanto.
Berdasarkan data per 10 September 2026, terdapat 90 titik api dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 212,3 hektare. Dari jumlah tersebut, 141,1 hektare telah berhasil dikendalikan, sementara 71,2 hektare masih menjadi prioritas penanganan.
Ia menginstruksikan percepatan pergeseran helikopter pemadam melalui operasi water bombing ke sejumlah wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi. Di antaranya Kabupaten Kapuas yang mencatat 16 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 58 hektare.
Kemudian, Kotawaringin Timur atau Sampit dengan 16 titik api dan luas lahan terbakar 55,6 hektare, serta Kabupaten Seruyan dengan 13 titik api dan luas lahan terbakar 21,89 hektare.
Suharyanto menegaskan operasi water bombing harus terintegrasi dengan pergerakan Satgas Darat. Helikopter akan difokuskan pada titik api berskala besar maupun kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Helikopter difokuskan untuk memblokir titik api skala besar atau area yang sulit dijangkau akses darat, sehingga operasi berbiaya tinggi tersebut memberikan dampak maksimal di lapangan,” tegasnya. (nas)















