• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 10 September 2026 - 19:58
in Ekonomi
Komisi IV DPR RI, Prof Rokhmin Dahuri (dua dari kanan)/istimewa

Komisi IV DPR RI, Prof Rokhmin Dahuri (dua dari kanan)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Ketimpangan infrastruktur pendingin masih menjadi ancaman serius bagi sektor perikanan Indonesia, di mana sekitar 20 persen hasil tangkapan membusuk sebelum sampai ke tangan konsumen. Meski produksi nasional menembus 15 juta ton pada 2025, jangkauan rantai dingin yang memadai belum menyentuh angka 12 persen. Persoalan krusial ini dibahas secara mendalam pada Simposium Rantai Dingin yang digelar berdampingan dengan pameran RHVAC Indonesia 2026 di NICE PIK2, Kamis (10/9/2026).

Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Achmad Al Alfarisi, menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menerjemahkan arah pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045, khususnya agenda memperkuat swasembada pangan, mengembangkan ekonomi biru, melanjutkan hilirisasi sumber daya alam, serta membangun dari desa dan dari bawah.

BacaJuga:

Kemenkop Dorong Industri Kulit Garut Naik Kelas Lewat Koperasi

DPR Ungkap Alasan Pasal 50A UU P2SK: Buka Ruang Danantara Cari Sumber Pendanaan

Perluas Akses Layanan Finansial bagi Diaspora Indonesia, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026

KKP menjalankan enam program prioritas dalam klaster kedaulatan pangan. Salah satunya pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih sampai 2029. Menurut Alfarisi, KNMP menjadi titik temu antara produksi nelayan, pelayanan dasar penguatan usaha, serta infrastruktur pascapanen.

“Kampung nelayan itu bukan hanya sekadar pembangunan fasilitas fisik semata, namun ini merupakan upaya dari negara untuk membangun kawasan ekonomi pesisir yang hidup, dengan nelayan dan koperasi sebagai pelaku utamanya,” katanya.

KNMP berdiri di atas empat fokus penguatan: kelembagaan bisnis melalui penguatan koperasi dan unit usaha, penyediaan sistem rantai dingin untuk mempertahankan mutu hasil tangkapan, hilirisasi untuk nilai tambah, serta penguatan pemasaran dan akses distribusi. Melalui integrasi itu, KKP ingin memastikan kuantitas produk terjamin, kualitasnya terjaga, dan waktu pengiriman terpenuhi tepat waktu.

Alfarisi menegaskan bahwa pihaknya merancang sarana sesuai potensi produksi tiap wilayah, jarak antar lokasi, kebutuhan pasar, dan kelayakan operasional, agar investasi tepat guna dan berpeluang beroperasi berkelanjutan. Keempat jenis sarana rantai dingin yang KKP kembangkan menyentuh persis persoalan yang dibahas dalam simposium: gudang beku portable, kendaraan berpendingin, pabrik es portable, dan cold box berinsulasi.

Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Achmad Al Alfarisi (tiga dari kiri) bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri (empat dari kiri) mengunjungi Simposium Rantai Dingin yang digelar berdampingan dengan pameran RHVAC Indonesia 2026 di NICE PIK2, Kamis (10/9/2026)/istimewa

“Rantai dingin harus berlangsung sejak ikan berada di atas kapal, diturunkan di tempat pendaratan, disimpan, diangkut, hingga diterima pada konsumen atau unit pengolahan,” kata Alfarisi.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, menyebut rantai dingin sebagai infrastruktur penting yang menjaga mutu ikan sejak nelayan menangkapnya hingga sampai ke konsumen.

“Saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi diselenggarakannya semacam simposium atau lokakarya sistem rantai dingin yang mendukung keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Rokhmin.

Menurutnya, penurunan mutu ikan berdampak berlapis: harga jual nelayan turun, risiko kesehatan konsumen naik, dan produk sulit memenuhi standar ekspor. Kondisi ini turut menjelaskan posisi Indonesia yang meski produsen perikanan besar dunia, nilai ekspornya masih tertinggal dari Vietnam, Thailand, dan Norwegia.

“Kalau kualitas atau mutu ikan dan seafood sudah menurun, bukan hanya berdampak ekonomi. Ada juga dampak terhadap kesehatan dan rendahnya nilai ekspor kita,” kata Rokhmin.

Ia menekankan bahwa teknologi rantai dingin ideal harus memenuhi tiga kriteria: reliable dan rendah karbon, hemat energi, serta mobile atau mudah dipindahkan. Kriteria mobilitas ini penting mengingat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dunia, di mana infrastruktur cold storage permanen sulit menjangkau titik-titik pendaratan ikan yang tersebar di ribuan pulau. Gagasan itu sejalan dengan pendekatan klaster KNMP yang membagi peran antara Penyangga dan Hub.

Rokhmin turut mengingatkan pentingnya tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan transfer teknologi dalam setiap kerja sama dengan pihak asing, termasuk untuk teknologi seperti ini.

“Manfaat kerja sama dengan luar negeri itu harus segera kita raih, yaitu manfaat alih teknologi, manfaat nilai tambah harus jatuh di kita, dan manfaat tenaga kerja juga harus di kita. Jangan sampai kita hanya impor gelondongan, tidak ada komponen satu pun yang diproduksi di dalam negeri,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Dr Eng Arnas Lubis, Perwakilan ASHRAE Indonesia Chapter memaparkan perspektif teknis yang menegaskan bahwa rantai dingin menjaga mutu produk, bukan sekadar fasilitas fisik.

“Kalau kita bicara rantai dingin, maka ada tiga hal yang harus kita perhatikan: tetapkan dasar perancangan, rancang sistem yang aman, dan buktikan hasil,” ujar Arnas Lubis.

Dosen sekaligus peneliti si fakultas teknik Universitas Indonesia tersebut menjabarkan bahwa kecanggihan teknologi semata tidak menjamin keberlanjutan sebuah sistem di lapangan.

“Kalau teknologinya sangat canggih, kemudian perawatannya sulit dan susah, maka ini juga akan menjadi kendala,” katanya. “Banyak yang menaruh sensornya itu bukan di produknya atau di ikannya, sehingga yang terukur seakan-akan produk atau ikannya itu sudah tercapai temperaturnya, padahal belum tercapai,” sambungnya lagi.

Soal media pendingin, ia membandingkan es balok dengan es lari (slurry ice). “Kalau bicara kualitas produk, untuk mencapai temperatur target yang lebih cepat dengan kualitas mutu yang lebih baik, misalnya tekstur, maka es lari jauh lebih baik terkait menjaga kualitas produk,” katanya.

Temuan Doktor Arnas juga diperkuat oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan (PRTMP) BRIN, Dr. Taufik Hidayat. Ia memaparkan data yang memperkuat urgensi tersebut. Industri pendingin secara total menyumbang 42,65 persen PDB nasional lintas sektor, mulai dari pertanian dan kehutanan (13,10 persen), perdagangan besar dan eceran (13,17 persen), hingga industri makanan dan minuman (7,13 persen). Dari sisi sosial, nelayan hanya mengantongi pendapatan rata-rata Rp2,5 juta per bulan, jauh di bawah kebutuhan minimal keluarga empat orang sebesar Rp4,4 juta per bulan.

Hasil uji terap BRIN terhadap inovasi rantai dingin lain, es lari (slurry ice), menunjukkan penurunan suhu hingga 2,4°C per menit, atau 85 persen lebih cepat dibanding es konvensional yang hanya 1,3°C per menit, dengan konsumsi energi sekitar 0,1 kWh per liter. Angka ini menegaskan bahwa baik kontainer portable maupun media pendingin seperti es lari sama-sama bertumpu pada efisiensi energi sebagai penentu kelayakan di lapangan.

“Namun, adopsi teknologi baru tidak selalu berjalan mulus. BRIN mencatat bahwa di Purworejo, nelayan sempat menolak es lari karena mereka menganggap es balok lebih mudah dipakai,” ungkap Taufik.

Di tengah kesenjangan kapasitas rantai dingin itulah PT DS Solutions International, perwakilan resmi TITAN Containers di Indonesia, memperkenalkan teknologi cold storage portable yang mereka klaim menjawab tiga kebutuhan sekaligus: efisiensi energi, mobilitas, dan keberlanjutan lingkungan. Perusahaan ini menampilkan dua unit andalan, ArcticBlast 20FT dan ArcticStore Horizon 40FT.

ArcticBlast 20FT mengusung mesin ganda bersuhu hingga -40°C untuk rapid chilling dan blast freezing, cocok untuk kebutuhan pembekuan cepat hasil tangkapan di titik-titik pendaratan ikan. Sementara itu, TITAN baru memperkenalkan ArcticStore Horizon 40FT generasi terbaru ini di Indonesia, dengan rentang suhu operasional -30°C hingga +30°C sehingga fleksibel untuk berbagai jenis komoditas perikanan.

Efisiensi energi membedakan Horizon dari reefer konvensional. TITAN mengklaim unit ini menghemat energi rata-rata hingga 55 persen dibanding reefer konvensional berkat panel insulasi generasi baru dan refrigeran ber-Global Warming Potential (GWP) 0,5, turun drastis dari refrigeran generasi sebelumnya yang GWP-nya di atas 2.000.

” Refrigeran yang digunakan sebelumnya lebih dari 2.000, dan sekarang pada dasarnya kami berhasil menurunkannya menjadi 0,5,” ujar Barbora Vorage, Director of Business & Partnership TITAN Containers Denmark.

Pembeli juga dapat memasang panel surya opsional pada Horizon, yang secara tipikal memangkas konsumsi energi hingga 25 persen lebih lanjut. Menurut Barbora, fitur itu sangat relevan dengan kondisi geografis Indonesia.

“Anda memiliki lingkungan yang luar biasa untuk produk ini karena sinar matahari Anda sangat stabil, dan Anda bahkan bisa menghasilkan surplus dengan panel surya. Ke depannya, kontainer ini akan mampu beroperasi hampir sepenuhnya dengan energi surya,” ujarnya. (ney)

Tags: DPR RIKementerian KKPRantai Dingin PortableTitan

Berita Terkait.

Kemenkop Dorong Industri Kulit Garut Naik Kelas Lewat Koperasi
Ekonomi

Kemenkop Dorong Industri Kulit Garut Naik Kelas Lewat Koperasi

Kamis, 10 September 2026 - 19:24
DPR Ungkap Alasan Pasal 50A UU P2SK: Buka Ruang Danantara Cari Sumber Pendanaan
Ekonomi

DPR Ungkap Alasan Pasal 50A UU P2SK: Buka Ruang Danantara Cari Sumber Pendanaan

Kamis, 10 September 2026 - 19:04
bri7
Ekonomi

Perluas Akses Layanan Finansial bagi Diaspora Indonesia, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026

Kamis, 10 September 2026 - 16:06
10 Produk UMKM Pangan Tembus 19 Gerai AEON Indonesia 
Ekonomi

10 Produk UMKM Pangan Tembus 19 Gerai AEON Indonesia 

Kamis, 10 September 2026 - 15:15
nikel
Ekonomi

Tak Hanya Nikel, Morowali Kini Jadi Magnet Industri Pangan

Kamis, 10 September 2026 - 14:24
bri6
Ekonomi

Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Kamis, 10 September 2026 - 14:14

OLAHRAGA

lc
Olahraga

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 10 September 2026 - 10:50

INDOPOSCO.ID – Liga Champions 2026/2027 langsung menyajikan pesta gol dan drama pada matchday pertama fase liga. Paris Saint-Germain (PSG) dan...

SelengkapnyaDetails
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07
wo

Prabowo Siapkan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 06:06
bowo

Rela Bertanding saat Cedera Rusuk, Prabowo Minta Semangat Atlet Equestrian Dicontoh

Kamis, 10 September 2026 - 05:05

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    686 shares
    Share 274 Tweet 172
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    632 shares
    Share 253 Tweet 158
  • Jadwal Liga Champions: Bayern-MU Jumpa Lawan Mudah, Wakil Italia Siap Debut

    631 shares
    Share 252 Tweet 158
  • Bea Cukai Sumbagbar dan Bea Cukai Bandar Lampung Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp68,8 Miliar dan Catat Kinerja Positif hingga September 2026

    630 shares
    Share 252 Tweet 158
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.