• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tak Hanya Nikel, Morowali Kini Jadi Magnet Industri Pangan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Kamis, 10 September 2026 - 14:24
in Ekonomi
nikel

Perkembangan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, mulai menunjukkan keragaman sektor usaha. Tidak hanya dikenal sebagai kawasan pengolahan nikel, Morowali kini juga menarik investasi di sektor pangan melalui kehadiran PT FreeNow Food Industry, bagian dari Zhejiang Group asal Tiongkok. Foto: Istimewah

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perkembangan industri di Morowali, Sulawesi Tengah, mulai menunjukkan keragaman sektor usaha. Tidak hanya dikenal sebagai kawasan pengolahan nikel, Morowali kini juga menarik investasi di sektor pangan melalui kehadiran PT FreeNow Food Industry, bagian dari Zhejiang Group asal Tiongkok.

FreeNow resmi memulai operasionalnya di Morowali pada Senin (7/9/2026). Sebelum beroperasi di Indonesia, perusahaan tersebut telah memiliki lima pabrik di Tiongkok dengan total 19 lini produksi. Dengan tambahan fasilitas di Indonesia, kapasitas produksi FreeNow diharapkan mencapai 84.000 ton per tahun.

BacaJuga:

Pertamina Perkuat Benteng Energi ASEAN, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global

Bekali Siswa Literasi Keuangan, Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

ANTAM Raup Laba Rp9,66 Triliun, Melonjak 46 Persen hingga September 2026

Kehadiran FreeNow menjadi salah satu contoh berkembangnya hilirisasi di luar sektor pertambangan. Perusahaan tersebut bergerak di industri makanan dan diharapkan turut mendorong pengolahan komoditas kelapa di dalam negeri sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan pemerintah terus membuka peluang investasi dari berbagai sektor untuk membangun ekosistem industri di Indonesia. Menurutnya, hilirisasi tidak harus terbatas pada sektor pertambangan, tetapi juga dapat diterapkan pada komoditas pertanian dan perkebunan.

“Kehadiran FreeNow diharapkan ikut memperkuat ekosistem industri kelapa di Indonesia. Kita membuka peluang bagi semua investor dari berbagai sektor untuk dapat tumbuh bersama Indonesia,” ujar Rosan.

Bea Cukai Dukung Kemudahan Industri

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitas Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Adeltus Lolok, mengatakan masuknya industri pangan menunjukkan bahwa sektor industri di Morowali mulai semakin beragam.

“Morowali sekarang bukan hanya soal nikel, tetapi kini menarik industri yang sangat berbeda, yaitu sektor makanan. Fasilitasi kepabeanan terbukti dapat menjadi magnet industri yang beragam,” ujar Adeltus.

Menurut Adeltus, sekitar 90 perusahaan kini beroperasi di Morowali. Dari jumlah tersebut, 49 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas kawasan berikat yang diberikan Bea Cukai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Fasilitas kawasan berikat memberikan kemudahan di bidang kepabeanan dan perpajakan bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan. Bagi industri yang menggunakan bahan baku impor atau memiliki aktivitas perdagangan internasional, fasilitas tersebut dapat membantu menciptakan proses produksi dan distribusi yang lebih efisien.

Adeltus menjelaskan, investasi tidak hanya membutuhkan ketersediaan bahan baku dan pasar, tetapi juga kepastian serta kemudahan dalam menjalankan kegiatan usaha. Dalam hal ini, fasilitas kepabeanan menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran rantai pasok dan daya saing industri.

“Investasi tidak hanya membutuhkan bahan baku dan pasar, tetapi juga kepastian dan kemudahan dalam menjalankan bisnis. Di sinilah fasilitas kepabeanan memiliki peran untuk mendukung daya saing industri,” ungkapnya.

Hilirisasi Kelapa Buka Peluang Ekonomi

Berbeda dengan industri pengolahan nikel yang selama ini menjadi ciri utama Morowali, FreeNow bergerak di sektor makanan dan berpotensi mendorong berkembangnya industri hilir berbasis kelapa.

Pengolahan kelapa di dalam negeri dapat memperpanjang rantai nilai komoditas. Kelapa tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Aktivitas tersebut juga berpotensi menciptakan kebutuhan terhadap transportasi, logistik, pengemasan, tenaga kerja, serta berbagai jasa pendukung.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyambut baik investasi FreeNow dan berharap kehadiran perusahaan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat. Asisten Bidang Perekonomian Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Raaf Malik menyampaikan bahwa investasi tersebut diharapkan menjadi mitra pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Sulawesi Tengah menyambut baik investasi FreeNow untuk membawa manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus sebagai mitra pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Semakin beragamnya investasi di Morowali menunjukkan peluang kawasan tersebut untuk berkembang dengan basis industri yang lebih luas. Kehadiran industri pangan di tengah dominasi sektor mineral juga menjadi gambaran bahwa hilirisasi dapat dikembangkan pada berbagai komoditas.

Dalam perkembangan tersebut, Bea Cukai berperan melalui pemberian fasilitas kepabeanan yang mendukung kelancaran arus barang dan kegiatan industri. Dengan layanan dan fasilitas yang sesuai ketentuan, perusahaan dapat menjalankan proses produksi serta perdagangan secara lebih efisien.

Morowali pun memiliki peluang untuk berkembang sebagai kawasan industri yang tidak hanya bertumpu pada nikel, tetapi juga mencakup sektor pangan dan industri pendukung lainnya. (srv)

Tags: Morowalinikelpangan

Berita Terkait.

ascope
Ekonomi

Pertamina Perkuat Benteng Energi ASEAN, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:09
ht
Ekonomi

Bekali Siswa Literasi Keuangan, Ajak Generasi Muda Peduli Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:28
antam
Ekonomi

ANTAM Raup Laba Rp9,66 Triliun, Melonjak 46 Persen hingga September 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:50
krista
Ekonomi

KRISTA InterFOOD 2026 Hadir di NICE PIK 2, Libatkan 1.100 Peserta dari 16 Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:34
bc
Ekonomi

Gelar Customs Visit Customer, Bea Cukai Berikan Asistensi Berkelanjutan kepada Pelaku Usaha

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:51
Pipa Gas
Ekonomi

PLN EPI Alirkan Gas Bumi dari Natuna ke Batam, Pasokan Listrik Makin Terjaga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:05

OLAHRAGA

liverpool
Olahraga

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Editor Nasuha
Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27

INDOPOSCO.ID – Liverpool bersiap menghadapi Chelsea pada babak 16 besar Carabao Cup 2026/2027 di Anfield, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB....

SelengkapnyaDetails
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58
Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Raih 15 Emas di Asian Para Games 2026, Ketua DPR: Jadi Inspirasi Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:21
OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

OCA Tetapkan Jadwal Baru AIMAG, Indonesia Siap Berlaga di Riyadh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:35
timnas

Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:10

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5127 shares
    Share 2051 Tweet 1282
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1257 shares
    Share 503 Tweet 314
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    940 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.