INDOPOSCO.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengapresiasi keberhasilan 10 produk pangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus jaringan ritel modern AEON Indonesia.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan ritel modern. Kesepuluh produk tersebut selanjutnya dipasarkan di 19 gerai AEON Indonesia.
“Kemendag bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), melalui AEON Indonesia, memberi akses kepada UMKM untuk memasarkan produk di jaringan ritel AEON Indonesia,” kata Budi dalam keterangan, Kamis (10/9/2026).
“Sinergi Kemendag dengan ritel modern menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas bagi UMKM kita yang berkualitas,” sambung Budi.
Ia mengatakan, produk yang berhasil masuk jaringan ritel modern tidak hanya harus memiliki kualitas yang baik. Pelaku usaha juga dituntut memenuhi aspek legalitas serta mampu menjaga konsistensi pasokan.
Karena itu, 10 UMKM tersebut telah melalui proses kurasi ketat dari 121 UMKM unggulan binaan Kemendag. Mereka merupakan pemenang UKM Pangan Award dan peserta pameran Pangan Nusa Expo.
“Kesepuluh UMKM yang masuk ke jaringan AEON Indonesia telah dikurasi ketat dari segi standar produk, legalitas, hingga konsistensi pasokan. Kami terus mendorong UMKM untuk berinovasi menghasilkan produk berkualitas sehingga mampu memenangkan pasar di dalam dan luar negeri,” tegasnya.
Menurut dia, peluang tersebut semakin terbuka karena lebih dari 77 persen produk yang mengisi supermarket AEON Indonesia merupakan produk dalam negeri. Kondisi ini membuat jaringan ritel modern menjadi salah satu jalur distribusi potensial bagi produk lokal, termasuk UMKM.
Budi juga menilai sektor makanan dan minuman masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar. Berdasarkan proyeksi Statista, nilai pasar domestik sektor tersebut diperkirakan tumbuh rata-rata 6,95 persen per tahun dalam lima tahun mendatang.
“Dengan potensi pasar tersebut, kemitraan UMKM dengan ritel modern menjadi strategi untuk membangun momentum bagi produk UMKM makanan dan minuman,” ujarnya.
Diketahui, 10 produk yang terpilih terdiri dari keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju, kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang. (nas)























