INDOPOSCO.ID – Target besar dipasang cabang olahraga esports Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dari delapan nomor yang diikuti, Kontingen Indonesia membidik satu medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Nomor eFootball menjadi salah satu tumpuan untuk mewujudkan target tersebut.
Optimisme itu menguat setelah Ketua Umum PB ESI Jend TNI (Purn) Muhammad Herindra meninjau langsung pusat pelatihan esports, Kamis (10/9/2026). Ia memastikan persiapan atlet menjelang keberangkatan ke Jepang telah berjalan maksimal.
“Saya lihat persiapan sudah sangat bagus. Kita harapkan target yang kita canangkan, kita di esports ini bisa medali emas, dapat tercapai,” ujar Herindra.
Menurut Herindra, esports bukan sekadar cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan medali. Esports juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Ia pun berdialog langsung dengan sejumlah atlet untuk mengetahui kesiapan mereka. Dari peninjauan tersebut, Herindra melihat para atlet berada dalam kondisi optimal.
“Sudah sangat maksimal. Tadi saya sudah bertanya dengan atlet, semua sudah maksimal. Kami berterima kasih kepada semua pihak. Semua sangat bagus. Sekarang kita berdoa agar semua target bisa tercapai,” katanya.
Dukungan juga datang dari Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu. Kehadirannya di pusat pelatihan menjadi bentuk dukungan langsung terhadap cabang olahraga yang dinilai memiliki peluang menyumbangkan medali.
Todotua menyebut persiapan esports telah berlangsung sekitar dua bulan. Tim CdM sebelumnya juga mendapat pemaparan mengenai nomor yang berpeluang meraih medali sekaligus negara-negara yang diprediksi menjadi pesaing utama.
“Secara prinsip, ini merupakan rangkaian pelatihan yang sudah berjalan sekitar dua bulan. Setelah kita mengecek, kita punya level confidence dari esports. Dari delapan pertandingan, ada sumbangan medali yang terbaik untuk Indonesia,” jelas Todotua.
Koordinasi mengenai keberangkatan hingga kebutuhan kontingen selama berada di Jepang juga telah dilakukan. Kini, fokus Tim CdM adalah memastikan dukungan bagi atlet tetap maksimal hingga hari pertandingan.
“Kita melihat bahwa esports sudah sangat baik sekali. Kita tinggal support di hari H-nya,” katanya.
Keyakinan serupa datang dari Pelatih Gran Turismo Tim Esport Indonesia, Benaya Theo. Berdasarkan kalkulasi performa tim dan persaingan yang ada, ia menyebut peluang Indonesia meraih perak cukup terbuka.
“Kami melihat semua perkembangan dari tim lain juga, maka sebenarnya jika memakai kalkulasi yang ada, realistis kami ada di Perak. Untuk game lain, ada di emas dan perunggu. Tapi kami tidak memungkiri, semua bisa terjadi,” jelas Theo.
Sementara itu, atlet esports Naraka Bladepoint, Ararat Samuel, mengaku kehadiran CdM di pusat pelatihan memberikan tambahan motivasi. Selain dukungan selama latihan, kebutuhan kontingen hingga persiapan akomodasi di Jepang turut menjadi perhatian.
“Apalagi, nanti kami kan di Aichi bukan di Tokyo, nah kehadiran CdM di sini, kami sangat senang, karena memang sangat membantu,” ucap Ararat.
Untuk Naraka BladePoint, peluang medali juga terbuka lebar. Ararat menyebut timnya hanya perlu mengalahkan dua tim untuk mengamankan perunggu. Dengan performa yang tengah berada di puncak, mereka siap menghadapi siapa pun lawannya.
“Kondisi kami sekarang sedang bagus. Kami berharap nanti di grup tidak bertemu dengan tuan rumah. Tapi kalau memang harus bertemu, kami siap,” tutupnya.
Dengan persiapan yang disebut telah maksimal, esports Indonesia kini tinggal menjaga fokus. Delapan nomor akan menjadi panggung pembuktian apakah target satu emas, tiga perak, dan empat perunggu mampu diwujudkan di Aichi-Nagoya. (her)















