INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan, Selat Hormuz sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS). Keputusan itu dilakukan menyusul kesepakatan penghentian serangan ke Lebanon.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, pelayaran bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa periode gencatan senjata,” ujar Abbas Araghchi melalui akun X pribadinya @araghchi, Jumat (17/4/2026).
“Melalui rute yang telah dikoordinasikan, sebagaimana diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran,” tambahnya.
Namun, Iran sebelumnya menegaskan penggunaan selat tersebut hanya diizinkan bagi negara-negara yang telah berkoordinasi dengan militernya.
Pernyataan Araghchi ini disampaikan bersamaan dengan pertemuan virtual yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, guna membahas pemulihan navigasi di selat tersebut. Pertemuan itu diperkirakan akan dihadiri oleh 40 pemimpin negara hari ini.
Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat telah dimulai sejak 8 April 2026, namun ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda. Hal itu terbukti dengan langkah militer Israel yang tetap melancarkan serangan ke Lebanon.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Kesepakatan itu dicapai setelah pembicaraan intensif antara Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara dua negara mereka. Mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari,” jelas Trump terpisah melalui platform Truth Social pribadinya @realDonaldTrump, Kamis (16/4/2026). (dan)










