• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Budayawan Bantah Isu Gubernur Jateng Abai Penanganan Bencana

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 1 Februari 2026 - 15:19
in Nusantara
lutfi

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. Foto: Pemprov Jateng

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Budayawan sekaligus pemerhati Jawa Tengah (Jateng) Budianto Hadinegoro, angkat bicara merespons ramainya sindiran warganet terkait keberadaan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di tengah rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah.

Frasa “Jateng Nduwe Gubernur To?” mencuat di ruang digital usai peristiwa longsor terjadi di kawasan lereng Gunung Slamet, khususnya di Kabupaten Pemalang dan Purbalingga. Ungkapan tersebut dinilai berkembang menjadi narasi yang keliru dan tidak mencerminkan kondisi kerja pemerintahan di lapangan.

BacaJuga:

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

“Narasi yang berkembang di ruang digital tersebut dinilai menyesatkan dan tidak mencerminkan kondisi kerja pemerintahan yang sesungguhnya,” ujar Budianto melalui gawai, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, asumsi bahwa Gubernur Jateng tidak hadir atau abai terhadap penanganan bencana adalah pandangan yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa Ahmad Luthfi tetap bekerja intensif, bahkan tanpa mengenal waktu, dalam merespons berbagai persoalan daerah, termasuk kondisi darurat kebencanaan.

Ia menjelaskan, dalam situasi krisis, langkah yang ditempuh gubernur tidak selalu berupa kehadiran fisik di satu lokasi, melainkan melalui koordinasi lintas daerah dan instansi secara simultan, termasuk dalam penanganan bencana di Kudus, Purbalingga, dan Pemalang.

“Kerja pemerintahan tidak selalu diukur dari unggahan di medsos. Ada banyak langkah strategis dan koordinasi yang tidak tampak di ruang publik, tetapi dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Budianto juga menekankan bahwa sistem penanganan bencana di Jawa Tengah tidak bertumpu pada satu figur semata. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak sesuai peran dan fungsi masing-masing, sehingga respons cepat yang terjadi merupakan hasil kerja sistem pemerintahan yang berjalan.

Menanggapi kecenderungan publik yang langsung mengaitkan bencana dengan kepemimpinan saat ini, Budianto mengingatkan agar penilaian dilakukan secara proporsional.

“Kami menilai, sejumlah bencana alam yang terjadi tidak lepas dari kebijakan masa lalu, khususnya terkait perizinan lahan di kawasan lereng gunung yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Ia menyebut, pada masa kepemimpinan saat ini, sejumlah izin bermasalah telah ditutup dan dicabut sebagai langkah korektif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintah daerah saat ini difokuskan pada penataan ulang tata ruang, penguatan mitigasi bencana, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat.

“Penggundulan lereng gunung dan penanaman komoditas yang tidak memiliki daya serap air dinilai berpotensi besar memicu longsor dan bencana ekologis lainnya,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Budianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap lebih bijak dalam menyikapi bencana alam maupun dinamika politik yang menyertainya. Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak dimanfaatkan untuk membangun framing negatif yang justru memicu kegaduhan dan fitnah.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah kolaborasi, mitigasi yang kuat, dan edukasi lingkungan, bukan narasi menyesatkan yang justru memperkeruh suasana,” tambahnya. (her)

Tags: budayawangubernurjateng

Berita Terkait.

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:33
LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi
Nusantara

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05
Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55
Rokok-Ilegal
Nusantara

Periksa Dua Truk, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:07

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    2302 shares
    Share 921 Tweet 576
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    966 shares
    Share 386 Tweet 242
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.