INDOPOSCO.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara sejak Minggu (8/6/2026) masih menyisakan dampak serius bagi masyarakat.
Hingga saat ini, sebanyak 1.160 warga terpaksa mengungsi setelah ratusan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, gempa tersebut berdampak pada 249 kepala keluarga (KK).
“Sebanyak 249 unit rumah mengalami kerusakan dan 26 bangunan fasilitas umum turut terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan, Jumat (12/6/2026).
Ia menyebut, wilayah yang mengalami dampak paling luas berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, meliputi Kecamatan Marore, Tabukan Tengah, Tabukan Selatan, Tabukan Selatan Tengah, Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Tabukan Utara, Kendahe, Tatoareng, Manganitu, Manganitu Selatan, dan Tabukan Selatan Tenggara.
Selain itu, dampak gempa juga dirasakan di Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud, serta Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Getaran gempa bahkan terasa hingga Kota Manado.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menetapkan status tanggap darurat sejak Minggu (8/6/2026) hingga Sabtu (21/6/2026),” ungkapnya.
“Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak,” imbuhnya.
Ia menambahkan, akses komunikasi di sejumlah daerah terdampak juga masih mengalami kendala. Sehingga menyulitkan proses pelaporan dan koordinasi di lapangan.
“BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendampingan kepada warga terdampak,” katanya.
“Upaya yang dilakukan meliputi asesmen kerusakan, pendataan kebutuhan masyarakat, serta penyaluran bantuan guna memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi,” imbuhnya. (nas)










