INDOPOSCO.ID – Kesadaran masyarakat akan pentingnya menaati aturan hukum di Malang Raya kini kian tumbuh manis. Berkat kepedulian warga yang tak ragu melapor, Bea Cukai Malang berhasil mengamankan ribuan bungkus rokok ilegal yang diperjualbelikan secara sembunyi-sembunyi di kawasan Lowokwaru.
Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan wujud nyata perlindungan bagi masyarakat serta komitmen menjaga iklim usaha kecil agar tetap sehat dan adil bagi semua pedagang.
Aksi sigap ini bermula dari aduan warga yang resah dengan keberadaan rokok tanpa pita cukai resmi.
Menindaklanjuti bisikan hangat dari masyarakat tersebut, tim Bea Cukai Malang langsung menyisir sebuah tokokelontong di Jalan Melati, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara persuasif dan terukur, petugas menemukan ribuan bungkus rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) tanpa pita cukai merek Manchester dan Humer yang tersimpan di dalam toko dan siap dijajakan.
Tak kurang dari 4.083 bungkus atau setara 78.888 batang rokok ilegal berhasil diselamatkan dari peredaran. Nilai barang haram ini ditaksir mencapai Rp118,62 juta, dengan potensi kerugian negara yang berhasil dicegah sebesar Rp59,73 juta.
Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan ke Kantor Bea Cukai Malang untuk diproses lebih lanjut sesuai regulasi yang berlaku.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas keberanian warga yang peduli terhadap lingkungannya. Menurutnya, keberhasilan penindakan ini adalah buah dari rasa saling percaya antara petugas dan masyarakat.
”Keberhasilan ini sepenuhnya milik masyarakat yang peduli. Informasi dari warga sangat berharga bagi kami untuk bergerak cepat dan tepat sasaran di lapangan,” ungkap Johan dengan hangat.
Ia berharap, kepedulian seperti ini terus bertumbuh subur di tengah warga Malang Raya demi menciptakan tatanan lingkungan yang tertib, aman, dan mengayomi para pelaku usaha kecil yang jujur.
”Sinergi yang erat antara aparat dan warga adalah kunci utama. Dengan bahu-membahu, kita bisa mempersempit ruang gerak peredaran barang ilegal sekaligus melindungi ekosistem ekonomi lokal kita,” tutupnya. (ipo)


















