• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Daerah

Djohermansyah: Desa Bukan Kerajaan Kecil, Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Kades

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 12 September 2026 - 20:18
in Daerah
djohan

Prof Djohermansyah Djohan, guru besar IPDN. Foto : dokumen Indoposco

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Ilmu Pemerintahan IPDN Djohermansyah Djohan mengkritik keras aspirasi sebagian kepala desa yang telah habis masa jabatan.

Mereka meminta tetap menjabat sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa tanpa melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dengan alasan efisiensi anggaran.

BacaJuga:

Hilirisasi Paten Masih di Bawah 5 Persen, Indonesia Gelar Forum Bisnis Paten Pertama

Banjir Terjang Lumajang dan Malang di Jawa Timur, 1.460 Rumah Warga Terdampak

Penyelundupan 31,37 Kg Sabu dan 4.955 Pil Ekstasi dalam Kemasan Teh Berhasil Digagalkan di Perbatasan Entikong

Menurutnya, alasan itu tidak bisa diterima karena berpotensi merusak sendi demokrasi di desa.

“Anggaran boleh diefisienkan, demokrasi tidak boleh diefisienkan. Desa bukan sekadar pemerintahan paling bawah. Desa adalah salah satu akar demokrasi Indonesia,” ujar Djohermansyah kepada INDOPOSCO,Sabtu (12/9/2026).

Ia menilai ironis jika justru dari elite desa muncul keinginan mengurangi ruang demokrasi, padahal tradisi musyawarah dan memilih pemimpin sudah lama hidup di desa.

Djohermansyah menegaskan, dalam sistem demokrasi tidak ada kekuasaan tanpa batas. Presiden, gubernur, bupati dan wali kota dibatasi maksimal dua periode.

Untuk kepala desa, UU Desa No 3 Tahun 2024 mengatur masa jabatan 8 tahun dan dapat dipilih kembali satu kali. Artinya seseorang bisa memimpin desa hingga 16 tahun.

“16 tahun itu sudah lebih dari cukup. Jika setelah dua periode masih ingin memperpanjang atau tetap menjadi Pj, persoalannya bukan lagi soal masa jabatan. Itu adalah keinginan mempertahankan kekuasaan,” katanya.

Ia menyebut fenomena tersebut sebagai the greedy of power atau kerakusan terhadap kekuasaan.

“Pemimpin yang baik harus berani masuk dengan terhormat, bekerja dengan baik, lalu lengser dengan kepala tegak. Itulah etika demokrasi,” tegasnya.

Mantan Pj Gubernur Riau ini mengingatkan, kepala desa adalah pemimpin, bukan pemilik desa. Jika satu orang terus berkuasa, regenerasi akan terhambat dan orang-orang potensial kehilangan kesempatan.

“Jika kepala desa bekerja baik, rakyat bisa memilihnya kembali. Jika buruk, rakyat bisa menggantinya. Setelah dua periode, berilah kesempatan kepada yang lain,” ujarnya.

Ia juga mengutip Lord Acton, power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely. Semakin lama berkuasa, semakin besar potensi penyimpangan.

“Bahaya lainnya adalah politik dinasti. Kepala desa yang terlalu lama berkuasa akan membangun pengaruh. Setelah lengser, kekuasaan pindah ke anak, istri, atau kerabat. Akhirnya desa berubah menjadi kerajaan kecil,” cetusnya.

Menjawab alasan efisiensi, Djohermansyah menilai yang harus diperbaiki adalah mekanisme Pilkades, bukan menghapusnya.

“Pilkades bisa dilakukan serentak satu kabupaten. Masa kampanye diperpendek. Biaya atribut dibatasi. Di desa yang siap, e-voting bisa digunakan. Ada banyak cara membuat demokrasi lebih efisien,” jelasnya.

“Demokrasi memang butuh biaya. Tapi demokrasi jauh lebih murah dibanding biaya akibat kekuasaan yang tidak terkendali,” tegasnya.

Ia mendorong agar persyaratan calon kepala desa dievaluasi. Rekam jejak, integritas, dan kapasitas kepemimpinan harus menjadi pertimbangan agar demokrasi melahirkan pemimpin yang baik.

Di akhir, ia meminta agar aspirasi mempertahankan kepala desa habis masa jabatan tanpa Pilkades ditolak.

“Jangan mengorbankan demokrasi atas nama efisiensi. Jangan biarkan desa berubah menjadi kerajaan kecil yang dikuasai orang dan keluarga yang sama. Desa harus tetap menjadi sekolah demokrasi, bukan kerajaan kecil,” pungkas Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini. (yas)

Tags: desaKadesMasa Jabatan Kades

Berita Terkait.

fbpi
Daerah

Hilirisasi Paten Masih di Bawah 5 Persen, Indonesia Gelar Forum Bisnis Paten Pertama

Selasa, 3 November 2026 - 22:02
bnpbb
Daerah

Banjir Terjang Lumajang dan Malang di Jawa Timur, 1.460 Rumah Warga Terdampak

Selasa, 3 November 2026 - 19:09
bc
Daerah

Penyelundupan 31,37 Kg Sabu dan 4.955 Pil Ekstasi dalam Kemasan Teh Berhasil Digagalkan di Perbatasan Entikong

Selasa, 3 November 2026 - 16:36
aries
Daerah

Jemput Bola, Korlantas Polri Fasilitasi Pembuatan SIM untuk Santri di Tangerang

Selasa, 3 November 2026 - 16:06
Daihatsu Dekatkan Dunia Industri dengan Siswa SMK Lewat Vocational Expo 2026 di Jateng
Daerah

Daihatsu Dekatkan Dunia Industri dengan Siswa SMK Lewat Vocational Expo 2026 di Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 14:06
Dapat Fasilitas Kepabeanan, Pelaku Industri Mainan di Jateng Buka Peluang 3 Ribu Pekerja Lokal
Daerah

Bea Cukai Purwakarta Amankan Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Rp600 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:05

OLAHRAGA

piala
Olahraga

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 3 November 2026 - 23:23

INDOPOSCO.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengundur jadwal penyelenggaraan Piala Asia 2027. Turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada...

SelengkapnyaDetails
noc

2 Atlet Muda Wafat di Porprov Jateng, NOC Indonesia: Tak Ada Medali Seharga Nyawa

Selasa, 3 November 2026 - 21:21
sty

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Selasa, 3 November 2026 - 16:26
Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Senin, 2 November 2026 - 21:22
bca

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Senin, 2 November 2026 - 04:14

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    2402 shares
    Share 961 Tweet 601
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    1927 shares
    Share 771 Tweet 482
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1867 shares
    Share 747 Tweet 467
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.