INDOPOSCO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Indonesia. Memasuki musim kemarau, luas lahan yang terbakar terus bertambah, terutama di Pulau Sumatera dan Kalimantan, sehingga memaksa pemerintah pusat dan daerah meningkatkan kewaspadaan serta langkah penanganan darurat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mencatat karhutla menjadi bencana paling dominan dalam periode laporan 11-12 Juni 2026. Sejumlah daerah masih berjibaku memadamkan api, sementara wilayah lain memperkuat langkah mitigasi guna mencegah meluasnya kebakaran.
Di Provinsi Jambi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian utama. Hingga Rabu (11/6/2026), luas lahan terbakar mencapai 121,6 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota.
Kabupaten Sarolangun menjadi wilayah dengan area terbakar terluas, yakni 42,4 hektare. Disusul Kabupaten Tanjung Jabung Barat 33,4 hektare, Batanghari 22,8 hektare, dan Tanjung Jabung Timur 18,8 hektare.
Pemerintah Provinsi Jambi masih memberlakukan status siaga darurat karhutla sejak 27 April hingga 30 November 2026. Saat ini, Satgas Karhutla terus melakukan pemadaman dan penanganan di sejumlah titik api yang masih terpantau.
Sementara itu, Provinsi Riau masih menjadi salah satu daerah dengan luas kebakaran terbesar secara nasional. BNPB mencatat total lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 11 Juni 2026 mencapai 15.220,34 hektare.
Meski demikian, laporan terbaru menunjukkan tidak ada penambahan luas area terbakar dalam periode pelaporan terakhir. Pemerintah Provinsi Riau masih menetapkan status siaga darurat karhutla hingga akhir November 2026.
Di Aceh, upaya pemadaman terus dilakukan di Kabupaten Nagan Raya. Dari total 99 hektare lahan yang terbakar, sekitar 98,8 hektare telah berhasil dipadamkan. Tim gabungan saat ini masih melakukan pendinginan pada sisa area seluas 0,2 hektare untuk mencegah api kembali muncul.
“Penanganan serupa juga berlangsung di Kabupaten Aceh Barat. Luas lahan terbakar di daerah tersebut mencapai 34,1 hektare,” ujarnya.
Ia mengatakan, BPBD Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan melakukan pemadaman darat di Kecamatan Bubon dan Kecamatan Samatiga. Operasi tersebut diperkuat dukungan helikopter water bombing milik BNPB.
“Hingga saat ini penanganan di Kecamatan Bubon telah mencapai sekitar 95 persen dari total area terdampak, sedangkan di Kecamatan Samatiga mencapai sekitar 60 persen,” katanya.
Di Kalimantan Tengah, luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 11 Juni 2026 tercatat mencapai 452,04 hektare atau bertambah sekitar satu hektare dibanding laporan sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah masih menerapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku sejak 8 April hingga 10 Oktober 2026.
Ia mengingatkan bahwa musim kemarau yang mulai meluas berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di berbagai wilayah. (nas)










