• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Riah Riuh Komunikasi: Mencari Makna Percakapan di Era Semua Bersuara

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 26 Januari 2026 - 18:19
in Nasional
Sejumlah narasumber dalam acara Executive Breakfast Meeting bertajuk “Riah Riuh Komunikasi” yang digelar IKA Fikom Unpad di Jakarta, Senin (26/1/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Sejumlah narasumber dalam acara Executive Breakfast Meeting bertajuk “Riah Riuh Komunikasi” yang digelar IKA Fikom Unpad di Jakarta, Senin (26/1/2026). Foto: Herry Rosadi / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah hiruk pikuk Jakarta yang tak pernah benar-benar tidur, sekelompok alumni, pejabat, pemikir, dan budayawan memilih memulai pagi dengan satu topik yang justru kerap membuat gaduh, yaitu komunikasi.

Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (IKA Fikom Unpad) kembali menggelar Executive Breakfast Meeting bertajuk “Riah Riuh Komunikasi” di Jakarta, Senin (26/1/2026). Tema ini diambil dari buku terbaru analis komunikasi politik sekaligus Ketua Umum IKA Fikom Unpad, Hendri Satrio, yang menjadi benang merah diskusi sepanjang acara.

BacaJuga:

Momentum Hari Bumi 2026, SCG Tunjukkan Aksi Nyata ESG dan Komitmen Net Zero 2050

Kemitraan LAN dan MGG Academy, Pemerintah: Fokus Cetak Generasi Pemimpin Publik

Untar Gelar Konferensi Internasional di Korea, Bahas Masa Depan Berkelanjutan

Hensa -sapaan Hendri Satrio- menyebut buku tersebut lahir dari pengamatannya sejak Indonesia memasuki babak baru kepemimpinan nasional.

“Semua dalam buku ini membahas sudut pandang saya melihat beberapa hal di Indonesia dari sisi komunikasi, dan pada akhirnya sepakat kita bahas di sini untuk mengawali EBM IKA Fikom Unpad di tahun 2026,” kata Hensa dalam sambutannya.

Diskusi pagi itu tidak hanya diisi satu suara. Hadir sebagai narasumber Gubernur Jakarta Pramono Anung, pengamat politik Rocky Gerung, Tenaga Ahli Madya Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, serta budayawan dan penulis Maman Suherman.

Masing-masing narasumber membawa tafsir sendiri tentang bagaimana komunikasi seharusnya bekerja di ruang publik.

Pramono Anung, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina IKA Fikom Unpad, menyoroti kebiasaan pejabat yang kerap menyempitkan makna komunikasi sebatas pencitraan.

“Terutama bagi pejabat, komunikasi itu jangan dianggap sebagai publikasi saja, komunikasi itu harus menjadi ruang dialog yang terbuka dengan orang dalam,” ujar Pram.

Menurutnya, transparansi bukan sekadar slogan, melainkan praktik yang harus konsisten, baik di depan kamera maupun di balik pintu rapat.

“Komunikasi itu kan pilihan, memiliki ruang depan dan belakang, buat saya antara ruang depan dan belakang itu harus sama dan itu yang saya lakukan saat memimpin Jakarta saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Rocky Gerung memandang komunikasi sebagai kerja intelektual yang lebih dalam dari sekadar bertukar pesan.

“Komunikasi kan artinya mengaktifkan reason untuk memperoleh kesamaan argumentasi,” kata Rocky.

Bagi Rocky, komunikasi dalam konteks bernegara seharusnya menjadi sarana mempertemukan logika, bukan sekadar memenangkan opini.

Pandangan berbeda datang dari Noe Letto. Ia menekankan bahwa komunikasi tidak selalu nyaman dan tidak selalu berujung pada kepuasan semua pihak.

“Komunikasi memang bukan alat untuk memuaskan semua pihak, mungkin saja itu salah satu utilitinya, tapi utilitas utamanya kan menyampaikan informasi satu sama sama lain,” kata Noe Letto.

Adapun Maman Suherman mengajak peserta melihat sisi lain dari komunikasi: mereka yang jarang mendapat mikrofon.

Ia menyinggung kecenderungan penyelesaian masalah yang baru bergerak setelah viral.

“Komunikasi harus mulai mendengar yang tidak viral, karena kalau hanya ikut yang viral akan selamanya kita hanya mengikuti tren-tren di media sosial,” kata Kang Maman.

Dari ruang dialog birokrasi, pertarungan argumen, keterbatasan kepuasan publik, hingga suara-suara yang tenggelam, “Riah Riuh Komunikasi” akhirnya bukan sekadar judul buku atau tema sarapan pagi.

Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap kebijakan, kritik, dan keluhan masyarakat, komunikasi bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang keberanian untuk mendengar, menyamakan alasan, dan memahami perbedaan di tengah riuh yang tak pernah benar-benar sunyi. (her)

Tags: Hendri SatrioHensaIKA Fikom UnpadKomunikasiMaman SuhermanNoe Lettopramono anungRiah Riuh KomunikasiRocky GerungSabrang Mowo Damar Panuluh

Berita Terkait.

Momentum Hari Bumi 2026, SCG Tunjukkan Aksi Nyata ESG dan Komitmen Net Zero 2050
Nasional

Momentum Hari Bumi 2026, SCG Tunjukkan Aksi Nyata ESG dan Komitmen Net Zero 2050

Selasa, 21 April 2026 - 19:15
Rini
Nasional

Kemitraan LAN dan MGG Academy, Pemerintah: Fokus Cetak Generasi Pemimpin Publik

Selasa, 21 April 2026 - 18:48
UNTAR
Nasional

Untar Gelar Konferensi Internasional di Korea, Bahas Masa Depan Berkelanjutan

Selasa, 21 April 2026 - 17:47
Mukhtarudin
Nasional

Menteri P2MI Dorong Pekerja Migran Masuk ke Sektor Profesional di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 - 16:26
Buah-bisbul
Nasional

BRIN Temukan Subspesies Baru Bisbul Asal Papua, Perkaya Biodiversitas Indonesia

Selasa, 21 April 2026 - 14:44
permata hati
Nasional

Hari Kartini 2026, DPR RI Minta Pemerintah Hadir Lindungi Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 - 12:02

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.