INDOPOSCO.ID – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung mendorong penyelenggaraan acara berskala nasional sebagai upaya meningkatkan kualitas kunjungan serta memperpanjang lama tinggal wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.
Kepala Disparekraf Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan di Bandung, Selasa (6/1/2026), mengatakan bahwa penyelenggaraan acara skala nasional dinilai mampu mendorong wisatawan untuk tidak sekadar singgah, tetapi tinggal lebih lama di Kabupaten Bandung.
“Ke depannya harus ada beberapa acara skala nasional yang diadakan di wilayah Kabupaten Bandung, sehingga orang yang berwisata tidak hanya lewat saja, tapi tinggal lebih lama dan menghabiskan uang di wilayah Kabupaten Bandung,” ucapnya.
Ia mencontohkan sejumlah kegiatan dapat dilakukan guna meningkatkan lama tinggal wisatawan, baik melalui wisata olahraga (sport tourism), wisata minat khusus, maupun wisata alam dengan durasi panjang.
Dia menambahkan bahwa saat ini Kabupaten Bandung memiliki potensi pergerakan wisatawan yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan kini telah mencapai sekitar 7-8 juta pergerakan.
“Pergerakan wisatawan ada peningkatan di setiap tahunnya. Saat ini sudah mencapai 7 juta sampai 8 juta pergerakan wisatawan ke wilayah Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Meskipun demikian, dirinya menyebut rata-rata pengeluaran wisatawan saat ini masih berada di kisaran Rp300 ribu, dengan lama tinggal sekitar 1,3 hari (32 jam) atau tergolong sebagai kunjungan singkat.
“Tapi, kita masih lemah dalam pengeluaran uang dan lama tinggal. Pengeluaran uang wisatawan masih di kisaran Rp300 ribu dan lama tinggalnya masih di 1,3 hari,” tambahnya.
Ia juga memaparkan bahwa salah satu penyebabnya adalah pola perjalanan wisata yang belum terintegrasi secara optimal di Kabupaten Bandung.
Sebagai contoh, wisatawan sering menikmati objek wisata alam di wilayah Kabupaten Bandung, tetapi aktivitas belanja dan menginap masih didominasi di Kota Bandung yang memiliki akomodasi serta kawasan belanja lebih lengkap.
“Itu menjadi tantangan bagi kami untuk menciptakan kondisi yang lebih nyaman agar wisatawan dapat tinggal lebih lama di wilayah Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mencatat kunjungan wisatawan dari 13 destinasi wisata di wilayah selatan Kabupaten Bandung mencapai hampir 130 ribu wisatawan selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 150 ribu hingga 160 ribu wisatawan.
Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya kondisi cuaca ekstrem yang terjadi secara berkelanjutan, sehingga membuat wisatawan lebih berhati-hati untuk berkunjung ke Kabupaten Bandung. (ney)










