• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Meskipun Kondisi Sulit, Ragam Cara para Relawan Istirahat untuk Pulihkan Stamina

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 23 Desember 2025 - 12:14
in Nusantara
DD

DMC Dompet Dhuafa memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur ritme kerja relawan di situasi darurat. Sementara secara personal, setiap relawan terlatih untuk mampu memanfaatkan setiap celah waktu sebagai kesempatan beristirahat. Tidur tidak harus panjang, yang penting cukup untuk menjaga kewaspadaan. Foto: Dokumen Dompet Dhuafa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sudah masuk pekan ketiga sejak banjir bandang melanda Aceh pada 26 November 2025. Para relawan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melalui hari demi hari tanpa jeda panjang. Di tengah lumpur, arus air, tumpukan material kayu dan akses yang terputus, mereka terus bergerak menjawab panggilan kemanusiaan sejak hari pertama bencana terjadi.

Para relawan mendampingi para penyintas di berbagai titik terdampak. Mereka mengevakuasi warga yang terjebak, mengelola logistik, menyalurkan bantuan pangan darurat dan kebutuhan pokok, mendirikan dapur umum, menyalurkan air bersih, mendirikan pos hangat, hingga membuka layanan kesehatan serta Psychological First Aid (PFA). Seluruh upaya dilakukan nyaris tanpa henti, selama 24 jam setiap harinya.

BacaJuga:

Kupang Jadi Garda Depan Pengawasan Laut, Purbaya Dorong Modernisasi Armada

BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Kawasan Urban Berkelanjutan

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Ganja dari Thailand

Di lapangan, sebagaimana yang dirasakan oleh para penyintas, para relawan menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu istirahat. Tidak ada jadwal tidur yang pasti. Namun, kondisi tersebut bukan tanpa persiapan. DMC Dompet Dhuafa telah membekali para relawan dengan manajemen waktu dalam respons bencana, mulai dari pengaturan kerja secara organisasi, pembagian tugas dalam tim dan sub-tim, hingga pengelolaan stamina secara personal.

Secara kelembagaan, DMC Dompet Dhuafa memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang mengatur ritme kerja relawan di situasi darurat. Sementara secara personal, setiap relawan terlatih untuk mampu memanfaatkan setiap celah waktu sebagai kesempatan beristirahat. Tidur tidak harus panjang, yang penting cukup untuk menjaga kewaspadaan.

Dalam praktiknya, relawan dianjurkan untuk beristirahat dalam kondisi apapun jika memungkinkan. Namun kesiapsiagaan tetap menjadi kunci. Layaknya seorang prajurit, relawan DMC harus selalu siap, bahkan ketika tubuh terlelap.

Pengalaman itu aku rasakan langsung selama berpindah dari satu lokasi terdampak ke lokasi lainnya. Akses menuju wilayah bencana sering kali memakan waktu jauh lebih lama dari kondisi normal, terutama ketika jalur utama terputus dan harus mencari alternatif perjalanan.

Melalui jalur darat, perjalanan dari Bireuen menuju Langsa, misalnya, membutuhkan waktu sekitar enam jam. Dalam durasi tersebut, relawan yang tidak bertugas menyetir bergantian memejamkan mata. Bukan untuk sepenuhnya menghilangkan lelah, melainkan mengumpulkan tenaga. Sebab, setibanya di lokasi tujuan, aktivitas relawan harus segera dimulai.

Hal serupa terjadi saat menempuh jalur air. Dari Langsa menuju Kampung Sekumur, Aceh Tamiang, relawan harus menyusuri sungai selama kurang lebih tiga jam. Waktu di atas perahu menjadi satu-satunya kesempatan untuk beristirahat sejenak, sebelum kembali siaga saat perahu merapat.

Tantangan tidak berhenti di soal waktu. Di Aceh Tamiang, seluruh wilayah terdampak banjir. Bangunan yang layak untuk berteduh nyaris tak tersedia. Dalam kondisi seperti itu, relawan harus beradaptasi. Mereka tidur beralaskan apa adanya, menggunakan penutup seadanya, sama seperti para penyintas yang mereka dampingi.

Meski mata terpejam, kewaspadaan tetap terjaga. Sebab, di wilayah bencana, situasi dapat berubah sewaktu-waktu. Ancaman susulan selalu mungkin terjadi.

Ketangguhan ini bukanlah hasil dari kebiasaan dadakan. Dompet Dhuafa menanamkannya melalui sistem manajemen relawan yang menyeluruh, salah satunya lewat pelatihan kerelawanan dan pelatihan tanggap bencana yang diselenggarakan secara rutin, bahkan saat tidak ada bencana.

Dengan bekal itulah, relawan DMC Dompet Dhuafa selalu siap hadir. Mereka menembus lelah, menantang keterbatasan, dan tetap siaga demi satu tujuan, yaitu memastikan para penyintas tidak pernah merasa sendirian.

Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial.

Sudah berjalan lebih tiga dekade (32 tahun), Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR.

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya. (adv)

Tags: Dompet DhuafaPulihkan Staminarelawan

Berita Terkait.

Kupang Jadi Garda Depan Pengawasan Laut, Purbaya Dorong Modernisasi Armada
Nusantara

Kupang Jadi Garda Depan Pengawasan Laut, Purbaya Dorong Modernisasi Armada

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:01
BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Kawasan Urban Berkelanjutan
Nusantara

BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali, Perkuat Ketahanan Pesisir dan Kawasan Urban Berkelanjutan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:24
Barbuk
Nusantara

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Ganja dari Thailand

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:47
Pemusnahan
Nusantara

Bea Cukai Purwokerto Musnahkan Lebih dari 3 Juta Batang Rokok Ilegal Hasil Penindakan 2025-2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:46
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Cilacap Gagalkan Pengiriman 2 Ribu Batang Rokok Ilegal melalui Jasa Ekspedisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:26
BKSDA
Nusantara

BBKSDA Riau Bergerak Cepat Tangani Dugaan Konflik Beruang Madu dengan Warga di Kabupaten Pelalawan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2459 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2160 shares
    Share 864 Tweet 540
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1994 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1377 shares
    Share 551 Tweet 344
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2712 shares
    Share 1085 Tweet 678
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.