• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Perempuan Kunci Pertumbuhan Ekonomi Delapan Persen dan Kapitalisasi Bonus Demografi

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 19 November 2025 - 14:52
in Nasional
bkkbn

Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono (duduk ditengah)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Saat ini semua negara berupaya keluar dari jerat perlambatan ekonomi global dengan mencari sumber pertumbuhan baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tahan krisis. Di tengah berbagai strategi yang diajukan—mulai dari investasi teknologi, reformasi fiskal, sampai percepatan hilirisasi ada satu kunci penting yang seringkali luput dari perhatian: pemberdayaan ekonomi perempuan.

Demikian disampaikan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, dalam acara Workshop Bersama Untuk Indonesia Emas, ya g berlangsung, di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

BacaJuga:

Minta Gibran Mundur dari Wapres, Denny Indrayana: Singgung Etika hingga Minta Bicara ke Jokowi

Lolos dari Cengkeraman Pembajak Somalia, 4 WNI Dipeluk Menlu Saat Tiba di Indonesia

Sitaan Satgas PKH Disetor ke Negara Rp52 T, Prabowo Apresiasi Kinerja Jaksa Agung

“Berbagai penelitian internasional memperlihatkan bahwa partisipasi perempuan bukan hanya isu keadilan sosial, melainkan strategi ekonomi yang terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan hingga 8 persen atau lebih, apabila dilakukan secara komprehensif,” ujar Prof. Budi.

Sesmendukbangga melanjutkan, sesuai dengan tekad presiden, Indonesia bercita-cita mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan stabil dalam jangka panjang, tentu tidak dapat mengabaikan fakta ini. Dengan jumlah perempuan mencapai setengah dari populasi, kapasitas ekonomi nasional sesungguhnya bergantung pada sejauh mana perempuan diberi ruang untuk berkarya, mengambil keputusan dan berinovasi.

Salah satu tantangan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini adalah rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan berkisar di angka 53–55 persen, jauh di bawah laki-laki yang lebih dari 80 persen.

Rendahnya partisipasi ini mencerminkan adanya hambatan struktural—mulai dari beban kerja domestik yang tidak terdistribusi secara adil, budaya patriarki, hingga akses pendidikan dan pelatihan yang tidak merata.

Padahal, menurut Prof. Budi, jika TPAK perempuan naik 10 poin saja, berbagai studi ekonomi makro memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat meningkat signifikan, bahkan berkontribusi ke tambahan output 5–8 persen. Angka ini dapat dicapai karena tiga alasan kunci.

Pertama, penambahan tenaga kerja produktif, yaitu ketika lebih banyak perempuan masuk pasar kerja, kapasitas produksi nasional meningkat. Ini berarti lebih banyak barang dan jasa yang dapat diciptakan, yang langsung mendorong Produk Domestik Bruto (PDB).

Kedua, diversifikasi keterampilan dan perspektif, di mana perempuan membawa cara berpikir, pola kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang berbeda. Kombinasi ini memperkaya proses inovasi dan pengambilan keputusan di berbagai sektor.

Ketiga, peningkatan pendapatan rumah tangga. Ketika perempuan bekerja, pendapatan keluarga bertambah, konsumsi meningkat, dan kemampuan investasi rumah tangga juga naik. Semua ini mendorong pertumbuhan dari sisi permintaan.

Dengan demikian, pemberdayaan perempuan bukan sekadar upaya kesetaraan, melainkan strategi ekonomi yang konkret dan terukur.

Berbagai riset ekonomi tenaga kerja menunjukkan satu pola yang konsisten: tim yang beragam secara gender lebih inovatif dan lebih akurat dalam mengambil keputusan bisnis.

Konteks Indonesia semakin memperkuat narasi ini. Hampir 64 persen UMKM dikelola perempuan, menurut data Kementerian UMKM. Dengan akses pembiayaan yang adil, peningkatan literasi bisnis, dan digitalisasi, sektor UMKM perempuan—tulang punggung ekonomi nasional—dapat menjadi mesin pertumbuhan baru Indonesia.

Era ekonomi digital membuka peluang baru bagi perempuan untuk berpartisipasi lebih aktif. Platform e-commerce, media sosial, dan ekonomi kreatif memungkinkan perempuan berkarya dari rumah, mengatur waktu secara fleksibel, dan memulai bisnis tanpa modal besar.

Dengan dukungan pelatihan keterampilan digital, akses teknologi, dan kebijakan perlindungan usaha, perempuan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Untuk keluar dari middle-income trap dan menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia membutuhkan strategi pertumbuhan baru. Pelajaran dari Korea Selatan, Jepang, dan negara-negara Skandinavia menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan adalah pilar penting transformasi ekonomi.

“Jika semua elemen ini berjalan paralel, kontribusi perempuan dapat mendorong pertumbuhan tambahan hingga 3–8% secara agregat, yang menjadikan target 8% lebih realistis,” jelas Prof. Budi.

Meskipun potensinya besar, perempuan masih menghadapi berbagai hambatan struktural yang membuat kontribusi ekonomi mereka belum optimal. Prof. Budi menutup dengan pesan penting, Indonesia membutuhkan strategi baru untuk mencapai pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan. Salah satu jawabannya terletak tepat di depan mata, memberdayakan perempuan sebagai aktor ekonomi utama.

“Dengan pendekatan terencana dan menyeluruh—dari pendidikan, akses pembiayaan, hingga kebijakan inklusif—Indonesia dapat membuka potensi pertumbuhan hingga 8 persen, menjadikan perempuan sebagai poros pembangunan nasional,” pungkasnya. (ney)

Tags: bkkbnKapitalisasi Bonus DemografiPerempuan Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait.

gibrann
Nasional

Minta Gibran Mundur dari Wapres, Denny Indrayana: Singgung Etika hingga Minta Bicara ke Jokowi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12
nasir
Nasional

Lolos dari Cengkeraman Pembajak Somalia, 4 WNI Dipeluk Menlu Saat Tiba di Indonesia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:02
kejagung
Nasional

Sitaan Satgas PKH Disetor ke Negara Rp52 T, Prabowo Apresiasi Kinerja Jaksa Agung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:21
denny
Nasional

Cacat Administratif, Putusan MK Dinilai Kunci Peluang Politik Gibran di 2029

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01
suahasil
Nasional

Usia 80 Tahun, Bea Cukai Perkuat Keseimbangan Pengawasan dan Pelayanan Kepabeanan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:30
sidang mk
Nasional

MK Tolak Gugatan Denny Indrayana cs Soal Syarat Pendidikan Gibran Karena Tak Punya Legal Standing

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:20

OLAHRAGA

novendra
Olahraga

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Editor Dilianto
Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13

INDOPOSCO.ID – Papan catur menjadi panggung persaingan sekaligus tempat Percasi DKI Jakarta memetakan kekuatan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51....

SelengkapnyaDetails
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07
timnas

Soal Bonus Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Kata Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:06
John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

John Herdman Ungkap Alasan Pilih para Bek Jadi Eksekutor Penalti Timnas Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:21

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2713 shares
    Share 1085 Tweet 678
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.