• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pesantren Berdaya, Motor Ekonomi Umat Menuju Indonesia Hijau

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 24 Agustus 2025 - 14:24
in Nasional
santri

Ilustrasi santri di pondok pesantren tengah belajar. (Dok. Majelis Masyayikh)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pesantren di Indonesia selama ini dikenal sebagai benteng dakwah dan pendidikan. Namun, para tokoh bangsa sejak lama mengingatkan bahwa kiprah pesantren tidak berhenti di sana. Wakil Presiden RI ke-13, Kiai Haji (KH) Ma’ruf Amin menekankan bahwa pesantren bukan hanya benteng spiritual umat, tetapi juga motor penggerak ekonomi.

Hal serupa pernah ditegaskan Presiden RI ke-4, KH. Abdurrahman Wahid yang menyebut pesantren sebagai agen perubahan sosial-ekonomi. Bahkan KH. Hasyim Muzadi juga menegaskan pentingnya kemandirian usaha pesantren demi kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar.

BacaJuga:

Indonesia Bidik Dagang ASEAN-India Lewat Perjanjian AITIGA 2026

Tegaskan KKRI Bukan Militerisme, Kemendikdasmen Sebut Ekstrakurikuler Ini Wadah Bela Negara

MSD dan Bio Farma Perluas Kolaborasi, Perkuat Akses Vaksin Berkualitas di Indonesia

Potensi itu memang nyata. Ribuan santri, jejaring alumni yang luas, hingga basis komunitas yang solid menjadikan pesantren punya pasar internal dan eksternal yang menjanjikan. Kendati demikian, banyak pesantren masih terkendala dalam aspek pemasaran produk, manajemen usaha, maupun stigma publik yang menganggap pesantren hanya fokus pada pendidikan.

Untuk menjawab tantangan itu, sejak 2021 Kementerian Agama (Kemenag) menggulirkan program “Pesantren Berdaya” yang mendorong pesantren agar bertransformasi menjadi pusat dakwah, pendidikan, sekaligus pemberdayaan masyarakat.

Mulai 2025, fokus diarahkan pada pengembangan Kampung Keren Berdaya atau Kampung Kemandirian Pesantren Berdaya, dengan 10 kriteria, mulai dari kepemilikan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPes), rumah produksi komunitas, lokasi ekspo produk, infrastruktur pendukung, hingga kemitraan dengan berbagai stakeholders. Arah pengembangan ke depan juga menyentuh dua aspek penting, halal value chain dan digitalisasi.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan bahwa kemandirian ekonomi pesantren merupakan bagian dari cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Dukungan melalui keuangan syariah, sinergi ZISWAF, serta integrasi pesantren dengan UMKM halal diharapkan mampu menciptakan rantai nilai halal yang inklusif.

Bank Indonesia (BI) turut mendukung melalui pengembangan Hebitren, yakni virtual market koperasi digital pesantren, yang menghubungkan transaksi pesantren secara nasional. Sementara itu, Kadin Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendampingi UMKM halal pesantren, memperkuat akses permodalan, serta memperluas pasar hingga ke ranah ekspor.

Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Dwi Irianti Hadiningdyah menekankan pentingnya pendataan yang solid agar intervensi tepat sasaran.

“Pendataan yang kuat akan memperlihatkan kondisi eksisting dan arah penguatan ke depan. Termasuk bagaimana layanan keuangan syariah, baik komersial maupun sosial, dapat menjadi instrumen strategis di ekosistem pesantren,” tegas Dwi dalam keterangannya seperti dikutip, Minggu (24/8/2025).

Ia juga menambahkan, arah ekonomi hijau dan biru sangat relevan dengan agenda nasional. “Hal ini selaras dengan komitmen Pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Net Zero Carbon 2060 atau lebih cepat. Pesantren dapat menjadi motor penggerak dalam transisi menuju ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.

Seluruh gagasan itu kian kokoh setelah digelarnya Koordinasi Program Kampung Kemandirian Pesantren oleh KNEKS bersama Kementerian Agama, Bank Indonesia, Kadin Indonesia, serta Alvara Research Center. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah lintas lembaga dalam memperkuat kemandirian pesantren sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan penggerak ekonomi umat.

Dengan kolaborasi lintas lembaga ini, pesantren diharapkan tidak sekadar mandiri, tetapi juga mampu melahirkan ekosistem ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan serta menjadi motor penggerak masyarakat, sekaligus mercusuar peradaban umat. (her)

Tags: Ekonomi UmatIndonesia HijauPesantrenPesantren Berdayasantri

Berita Terkait.

aitiga
Nasional

Indonesia Bidik Dagang ASEAN-India Lewat Perjanjian AITIGA 2026

Kamis, 24 September 2026 - 12:22
kkri
Nasional

Tegaskan KKRI Bukan Militerisme, Kemendikdasmen Sebut Ekstrakurikuler Ini Wadah Bela Negara

Kamis, 24 September 2026 - 12:02
msd
Nasional

MSD dan Bio Farma Perluas Kolaborasi, Perkuat Akses Vaksin Berkualitas di Indonesia

Kamis, 24 September 2026 - 10:20
umkm
Nasional

Dorong Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Kementerian UMKM Bidik Transaksi Rp2,54 Miliar di Aceh

Kamis, 24 September 2026 - 09:09
kemenduk
Nasional

Kemendukbangga Dorong Duta Genre Jadi Teladan dan Konselor Sebaya Remaja

Kamis, 24 September 2026 - 08:10
prof
Nasional

Prof Djohermansyah : 426 Kepala Daerah Terjerat Korupsi, Diskresi Tanpa Batas Jadi Mesin Korupsi

Kamis, 24 September 2026 - 00:30

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    956 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.