INDOPOSCO.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) terus memperkuat peran Duta Generasi Berencana (Genre) sebagai penggerak perubahan, figur teladan (role model), sekaligus konselor sebaya bagi remaja Indonesia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd., menyampaikan bahwa Duta Genre bertugas mengedukasi dan mengajak sesama remaja untuk menghindari tiga bahaya utama: pernikahan dini, seks bebas, serta penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA).
”Duta Genre adalah simbol generasi berencana yang diharapkan dapat memengaruhi teman sebaya dan mengajak sesama remaja untuk promosi serta edukasi demi menjaga kualitas remaja Indonesia,” ujar Menteri Wihaji dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Selain menjadi figur teladan, Duta Genre dibekali pelatihan khusus untuk bertindak sebagai pendidik dan konselor sebaya di Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Wadah ini hadir di sekolah hingga komunitas guna membantu remaja menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak penggunaan gadget.
Menteri Wihaji menambahkan, Duta Genre memiliki masa jabatan selama satu tahun untuk mendampingi remaja melewati lima transisi kehidupan: hidup sehat, melanjutkan pendidikan, mencari kerja, menikah, hingga menjadi anggota masyarakat.
Pada ajang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Nasional (ADUJAKNAS) 2026, terpilih Arya Fatikh Izzan dari Jawa Tengah sebagai Juara 1 Putra dan Roidah Aisyi Shofwah dari Jawa Barat sebagai Juara 1 Putri Duta Genre Indonesia 2026. Meski masa jabatan purna, para alumni Duta Genre diharapkan terus menginspirasi perencanaan masa depan bagi generasi muda. (ney)















