• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dorong Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana, Kementerian UMKM Bidik Transaksi Rp2,54 Miliar di Aceh

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 09:09
in Nasional
umkm

Kementerian UMKM memperkuat kemitraan usaha mikro Aceh dengan jaringan ritel melalui Program KUMITRA guna memperluas akses pasar dan mendorong pemulihan ekonomi daerah/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong penguatan akses pasar bagi pelaku usaha mikro di Aceh melalui kemitraan dengan jaringan ritel. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mempercepat pemulihan ekonomi daerah yang terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Penguatan kemitraan tersebut dilakukan melalui temu bisnis Program KUMITRA (Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra). Kegiatan itu menghasilkan komitmen awal kerja sama dalam bentuk Letter of Intent (LOI) dengan potensi nilai transaksi yang mencapai Rp2,54 miliar, sekaligus membuka peluang bagi produk usaha mikro untuk masuk ke rantai pasok ritel.

BacaJuga:

GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah

Ratusan Warga Jakarta Mengadu ke DPRD akibat Kenaikan Desil Tiba-Tiba

Indonesia Bidik Dagang ASEAN-India Lewat Perjanjian AITIGA 2026

Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM Pristiyanto, yang mewakili sekaligus membacakan sambutan Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana, menyampaikan bahwa Aceh ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas Program KUMITRA. Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus membantu mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat setelah bencana.

“Program KUMITRA hadir sebagai solusi konkret untuk membuka akses pasar yang masih menjadi tantangan bagi para pengusaha mikro. Dari forum temu bisnis Klinik UMKM Bangkit Aceh ini, telah disepakati komitmen awal kemitraan dalam bentuk Letter of Intent dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp2,54 miliar,” kata Pristiyanto di Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, komitmen tersebut membuka peluang bagi 25 usaha mikro terpilih di Aceh untuk memperluas pemasaran produknya melalui jaringan ritel modern dan rantai pasok industri berskala lebih besar.

Temu bisnis tersebut merupakan bagian dari layanan Klinik UMKM Bangkit Aceh yang dilaksanakan melalui kolaborasi Kementerian UMKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh, serta Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO).

Kegiatan ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian intervensi pemulihan usaha yang telah berlangsung secara hibrida sejak Maret 2026, mulai dari webinar akses pasar, pelatihan standardisasi produk, kurasi mutu produk, hingga pendampingan bisnis secara intensif.

Reghi dalam sambutan yang dibacakan Pristiyanto menjelaskan, temu bisnis Program KUMITRA hingga saat ini telah dilaksanakan di empat lokasi, yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Tangerang, dan Aceh.

Dari pelaksanaan di empat daerah tersebut, total potensi transaksi yang dituangkan melalui LOI mencapai Rp13,74 miliar.

Reghi menekankan kepastian pasar atau off-taker menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ketahanan usaha mikro, terutama pada fase pemulihan pascabencana. Keterhubungan pengusaha UMKM dengan rantai pasok juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan kegiatan ekonomi di daerah.

Menurutnya, produk maupun jasa yang dihasilkan pengusaha UMKM perlu memiliki pasar yang mampu menyerap secara berkelanjutan. Karena itu, berbagai fasilitasi pemerintah, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga bantuan sarana pengembangan usaha, perlu diikuti dengan pembukaan akses pemasaran yang semakin luas dan terukur.

“Pemasaran adalah pilar vital bagi keberlangsungan usaha mikro. Melalui perluasan akses pasar yang terstruktur, pengusaha UMKM di Aceh tidak hanya dapat memulihkan aktivitas bisnisnya pascabencana, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, menyerap tenaga kerja lokal, dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat,” kata Reghi.

Dalam sesi tatap muka temu bisnis tersebut, para pengusaha mikro yang sebelumnya telah mengikuti proses kurasi dan presentasi bisnis secara daring mempresentasikan produk unggulan mereka di hadapan sejumlah mitra ritel, antara lain Suzuya Group, Alfamart, Indomaret, Simpang Lima, Aroma, dan Pusaka Souvenir Gallery.

Pertemuan tersebut tidak hanya membuka peluang transaksi, tetapi juga menjadi ruang bagi pengusaha mikro untuk memperoleh pemahaman mengenai persyaratan memasuki rantai pasok yang lebih luas, termasuk standardisasi mutu, kepatuhan terhadap izin edar, higienitas kemasan, dan kemampuan menjaga kontinuitas pasokan.

Salah satu peserta Klinik UMKM Bangkit Aceh, Nova, pendiri Inovasi Cantik asal Aceh Tamiang, mengatakan akses terhadap pasar yang stabil menjadi salah satu kebutuhan utama bagi pengusaha mikro yang tengah memulihkan usahanya setelah terdampak bencana.

“Pascabencana banjir yang melanda daerah kami hingga menghanyutkan galeri usaha, memulihkan omzet dan menemukan pasar yang stabil menjadi tantangan terberat. Melalui pendampingan Kementerian UMKM bersama ASPPENDO, kami dapat terhubung langsung dengan manajemen ritel modern,” kata Nova.

Ia mengatakan proses tersebut juga memberikan pemahaman mengenai standar kurasi mutu dan kemasan yang dibutuhkan pasar sehingga pengusaha dapat melakukan pembenahan produk sebelum memasuki jaringan pemasaran yang lebih luas.

“Kami mendapatkan pemahaman nyata mengenai standar kurasi mutu serta kemasan yang dibutuhkan pasar, dan kami sangat optimistis usaha ini dapat segera bangkit kembali,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian UMKM akan memperluas jaringan kemitraan rantai pasok usaha mikro ke sektor perhotelan dan pariwisata daerah melalui sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Melalui skema tersebut, produk makanan olahan, minuman, cenderamata, dan kriya khas Aceh diarahkan agar memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pengadaan kebutuhan operasional industri perhotelan dan ekosistem destinasi wisata secara berkelanjutan.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi pendamping, dan dunia usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pasar sekaligus membantu pengusaha mikro Aceh membangun kembali kegiatan usahanya secara lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing setelah terdampak bencana. (her)

Tags: AcehbencanaekonomiKementerian UMKM

Berita Terkait.

GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah
Nasional

GKR Hemas: Jangan Tunggu Isu Viral untuk Memahami Persoalan Daerah

Kamis, 24 September 2026 - 15:51
august
Nasional

Ratusan Warga Jakarta Mengadu ke DPRD akibat Kenaikan Desil Tiba-Tiba

Kamis, 24 September 2026 - 13:03
aitiga
Nasional

Indonesia Bidik Dagang ASEAN-India Lewat Perjanjian AITIGA 2026

Kamis, 24 September 2026 - 12:22
kkri
Nasional

Tegaskan KKRI Bukan Militerisme, Kemendikdasmen Sebut Ekstrakurikuler Ini Wadah Bela Negara

Kamis, 24 September 2026 - 12:02
msd
Nasional

MSD dan Bio Farma Perluas Kolaborasi, Perkuat Akses Vaksin Berkualitas di Indonesia

Kamis, 24 September 2026 - 10:20
kemenduk
Nasional

Kemendukbangga Dorong Duta Genre Jadi Teladan dan Konselor Sebaya Remaja

Kamis, 24 September 2026 - 08:10

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    960 shares
    Share 384 Tweet 240
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.