• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Wacana Transportasi Umum Wajib Dikaji Matang, PSI Ingatkan Risiko Penumpukan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 15 Juni 2025 - 17:17
in Nasional
adit

Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi Jakarta, William Aditya Sarana.. Foto: Feris Pakpahan/INDOPOSCO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Provinsi Jakarta, William Aditya Sarana, angkat bicara soal wacana Pemprov Jakarta yang tengah mengkaji kebijakan mewajibkan karyawan swasta menggunakan transportasi umum setiap Rabu, seperti halnya ASN.

Ia mengingatkan, rencana tersebut harus dikaji matang agar tidak menimbulkan dampak negatif di lapangan.

BacaJuga:

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

Menurut William, pemantauan atas pelaksanaan kebijakan ini tak bisa hanya mengandalkan laporan dari bawahan.

“Pemerintah harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi di halte dan moda transportasi benar-benar terkendali,” katanya kepada wartawan Minggu (15/6/2025).

“Kalau tidak dicek langsung, bisa-bisa terjadi penumpukan penumpang di halte-halte. Ini yang harus diantisipasi,” imbuhnya.

Ia menilai, efisiensi jarak dari rumah ke kantor kerap menjadi pertimbangan utama karyawan swasta dalam memilih moda transportasi.

“Tak sedikit dari mereka memilih menggunakan kendaraan pribadi roda dua atau layanan ojek daring karena lebih praktis dan cepat,” ujarnya.

William juga mengusulkan agar Pemprov Jakarta tidak memusatkan kebijakan penggunaan transportasi umum hanya pada hari Rabu.

Sebaliknya, dilakukan rotasi waktu antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

“Misalnya, PNS di Dinas Binamarga naik transportasi umum hari Senin, Diskominfotik hari Selasa, jadi enggak harus serentak Rabu,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi dari operator transportasi seperti TransJakarta. Jika terjadi lonjakan penumpang di hari tertentu, maka skema rotasi bisa segera diterapkan.

“TransJakarta harus pantau apakah setiap Rabu terjadi penumpukan atau tidak. Kalau iya, harus langsung dikaji ulang dan diatur rotasinya,” pungkasnya. (fer)

Tags: PSItransportasi umum

Berita Terkait.

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:21
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:21
Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara
Nasional

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:55
Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka
Nasional

Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:31
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Nasional

Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:03
Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal
Nasional

Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:15

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1514 shares
    Share 606 Tweet 379
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.